Ocarina of Time Remake Sudah Berjalan di PC Lewat Emulator Switch 2 Sebelum Rilis
Inforiau – 07 November 2026 | Jagat zelda ocarina of time remake emulator kembali menjadi perbincangan setelah The Legend of Zelda: Ocarina of Time remake terlihat berjalan di PC melalui Lichii, emulator Nintendo Switch 2 eksperimental, sebelum tanggal rilis resminya. Proyek open-source berbasis C++ ini disebut mengembangkan Eglantine, Eden, yuzu, dan Sudachi, dengan fokus pada kompatibilitas game serta perbaikan renderer.
Rekaman gameplay memperlihatkan pembukaan game berjalan 60 fps di PC berkonfigurasi AMD Ryzen 7 9800X3D, Nvidia GeForce RTX 4080, dan RAM 64 GB. Namun, saat masuk ke permainan, laju frame turun drastis ke kisaran 20 fps. Efek bloom berlebihan dan flickering turut mengganggu visual. Dalam 12 jam berikutnya, versi lain menunjukkan performa 30-60 fps, meski stutter masih terlihat.
Performa Ocarina of Time di Berbagai Platform
| Platform | Emulator | Catatan Performa |
| PC (Ryzen 7 9800X3D, RTX 4080) | Lichii | 20-60 fps, bloom dan stutter |
| PS5 (jailbreak) | EglantinePS5 | di bawah 20 fps, sempat crash |
Fenomena zelda ocarina of time remake emulator ini tidak lepas dari beredarnya dump game sebelum peluncuran. Sejumlah sumber menyebut file remake telah diunggah daring, sementara klaim video di media sosial menunjukkan hasil berbeda-beda. Di PS5, homebrew enthusiast memakai jailbreak dan EglantinePS5 untuk menjalankan game. Frame rate jarang melewati 20 fps, kabut tebal menutupi Kokiri Forest, dan game sempat crash. Meski belum layak dimainkan, capaian ini menunjukkan perkembangan emulasi Switch 2 yang cepat.
Di sisi lain, Nintendo disebut mulai mengambil langkah hati-hati. SmileBASIC 4 ditarik dari eShop, dan muncul rumor penarikan cartridge Civilization 7. Langkah ini diduga berkaitan dengan upaya menutup celah ns2jb yang memungkinkan dump firmware dan game. Bagi pengguna, versi native di Switch 2 tetap menjadi pengalaman paling stabil.
Dengan performa yang masih naik-turun, zelda ocarina of time remake emulator belum menjadi alternatif ideal. Namun, kecepatan komunitas membuat Ocarina of Time hadir di PC dan bahkan PS5 dalam hitungan jam setelah peluncuran. Perkembangan ini akan terus dipantau, terutama karena Nintendo dikenal agresif menindak proyek yang dianggap melanggar haknya.
Editor: Alwira Fanzary
