Puji Lamine Yamal Jelang El Clasico, Mourinho Tegaskan Real Madrid Ogah Ubah Taktik Demi Satu Pemain
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, melontarkan pujian kepada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, menjelang El Clasico pertama La Liga Spanyol musim 2026/2027. Namun, dalam kesempatan yang sama, pria asal Portugal itu menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah taktik secara keseluruhan hanya untuk mengantisipasi pergerakan pemain berusia 19 tahun tersebut. Puji Lamine Yamal jelang El Clasico, Jose Mourinho tegaskan Real Madrid ogah ubah taktik menjadi pernyataan sentral dalam konferensi pers yang digelar di Madrid, Jumat (23/10/2026), sehari sebelum lawatan ke markas Barcelona.
Laga bertajuk El Clasico ini dijadwalkan berlangsung di Spotify Camp Nou pada Minggu malam waktu setempat atau Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di La Liga musim ini dan memiliki bobot besar bagi persaingan gelar. Real Madrid saat ini tertinggal enam poin dari Barcelona yang memuncaki klasemen setelah sembilan pertandingan. Kemenangan akan memangkas jarak menjadi tiga poin sekaligus menggeser Atletico Madrid dari posisi kedua.
Mourinho: Yamal Pemain Hebat, Tapi Identitas Madrid Tak Berubah
Mourinho mengakui kualitas Lamine Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia saat ini. Meski demikian, ia menolak menjadikan pemain muda itu sebagai fokus tunggal dalam penyusunan strategi. “Dia adalah seorang pemain hebat. Kami tidak akan mengubah hal-hal secara keseluruhan. Kami tidak akan melupakan cara-cara melakukan hal-hal,” ujar Mourinho, seperti dikutip dari BBC.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap konsisten Mourinho yang lebih memercayai prinsip permainan timnya ketimbang melakukan penyesuaian khusus menghadapi satu pemain. Puji Lamine Yamal jelang El Clasico, Jose Mourinho tegaskan Real Madrid ogah ubah taktik juga menjadi sinyal bahwa pelatih berusia 63 tahun itu ingin mempertahankan identitas permainan Los Blancos yang mulai ia bangun sejak tiga bulan terakhir.
Menurut Mourinho, para pemainnya masih dalam proses adaptasi dengan gaya kepelatihannya. Ia mencatat bahwa dirinya baru bersama skuad Madrid selama tiga bulan jika tidak menghitung masa pramusim dan jeda internasional. Kondisi itu membuat Madrid sempat mengalami dua kekalahan dan beberapa kali menang dengan susah payah. “Para pemain masih dalam proses mengenal saya dan cara-cara saya melakukan hal-hal,” jelasnya.
Modal Berbeda Jelang Duel Panas
Real Madrid datang ke Camp Nou dengan modal kemenangan 4-1 atas RB Leipzig pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027, Rabu (21/10/2026). Sebaliknya, Barcelona baru saja menelan kekalahan 2-4 dari juara bertahan Paris Saint-Germain sehari sebelumnya. Kekalahan itu menjadi yang pertama bagi Barcelona musim ini setelah sebelumnya mencatat sembilan kemenangan beruntun di La Liga.
Meski demikian, Mourinho menilai hasil pertandingan sebelumnya tidak akan banyak memengaruhi jalannya El Clasico. Ia menegaskan bahwa performa apik sebelum pertandingan tidak otomatis menjamin hasil positif dalam duel sebesar ini. “Kami sedang dalam performa bagus, kami bermain bagus, kami mencetak gol… tetapi El Clasico tidak peduli apa yang telah Anda lakukan sebelumnya, itu tidak berpengaruh. Ini benar-benar berbeda,” tegasnya.
Puji Lamine Yamal jelang El Clasico, Jose Mourinho tegaskan Real Madrid ogah ubah taktik juga disampaikan di tengah pembicaraan mengenai kembalinya Mourinho ke Camp Nou, stadion yang menyimpan banyak kenangan pahit dan manis baginya. Mourinho pernah membawa Madrid menang 1-0 pada final Copa del Rey 2011 di stadion tersebut, tetapi juga pernah dihajar 0-5 pada November 2010.
Rekor Mourinho di El Clasico dan Camp Nou
Sepanjang kariernya melatih Real Madrid pada 2010 hingga 2013, Mourinho tercatat menghadapi Barcelona dalam 17 pertandingan El Clasico dengan rincian lima kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan. Sementara itu, khusus di Camp Nou, ia mencatat dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam delapan kunjungan.
| Catatan Mourinho vs Barcelona | Jumlah |
|---|---|
| Total El Clasico (2010-2013) | 17 laga |
| Kemenangan | 5 |
| Imbang | 6 |
| Kekalahan | 6 |
| Laga tandang di Camp Nou | 8 laga |
| Menang di Camp Nou | 2 |
| Imbang di Camp Nou | 3 |
| Kalah di Camp Nou | 3 |
Sejumlah momen penting mewarnai rivalitas Mourinho dengan Barcelona. Pada 29 November 2010, Madrid dihajar 0-5 di Camp Nou dalam laga yang berlangsung panas dan diwarnai kartu merah Sergio Ramos. Madrid kemudian bermain imbang 1-1 di Santiago Bernabeu pada April 2011, sebelum menang 1-0 lewat gol sundulan Cristiano Ronaldo pada final Copa del Rey. Namun, Madrid gagal melanjutkan tren positif itu di Liga Champions setelah kalah 0-2 di leg pertama semifinal dan hanya imbang 1-1 di Camp Nou.
Pada musim 2011/2012, kedua tim kembali bertemu dalam Piala Super Spanyol. Madrid bermain imbang 2-2 pada leg pertama, tetapi kalah 2-3 pada leg kedua sehingga Barcelona mengangkat trofi dengan agregat 5-4. Kini, catatan tersebut kembali menjadi sorotan menjelang duel dua rival abadi Spanyol itu.
Dampak bagi Persaingan Gelar
Laga di Camp Nou memiliki implikasi besar bagi kedua tim. Barcelona berpeluang memperlebar jarak menjadi sembilan poin jika menang, sekaligus mematahkan catatan sembilan kemenangan beruntun Madrid di awal musim. Sebaliknya, kemenangan Madrid akan memangkas selisih menjadi tiga poin, mematahkan rekor sepuluh kemenangan beruntun Barcelona, dan menghidupkan kembali persaingan juara.
Pengamat menilai keputusan Mourinho untuk tidak mengubah taktik secara khusus menghadapi Lamine Yamal merupakan bentuk kepercayaan diri terhadap sistem yang sedang ia bangun. Namun, keputusan itu juga menyimpan risiko mengingat kreativitas dan kecepatan Yamal kerap menjadi pembeda dalam laga-laga besar. Puji Lamine Yamal jelang El Clasico, Jose Mourinho tegaskan Real Madrid ogah ubah taktik akan menjadi salah satu narasi utama yang mewarnai duel nanti malam.
Terlepas dari hasil akhir, El Clasico kali ini dipastikan tetap menjadi magnet bagi pecinta sepak bola dunia. Pertarungan antara ambisi Madrid untuk bangkit dan upaya Barcelona mempertahankan dominasi akan tersaji dalam 90 menit penuh tensi. Bagi Mourinho, laga ini bukan sekadar ajang balas dendam atas sejarah kelam di Camp Nou, melainkan pembuktian bahwa identitas permainan yang ia tanamkan mampu berbicara di panggung terbesar.
Editor: Sukri Mustakim
