Riau Puncaki Capaian Imunisasi Kejar Nasional, Capai 15 Persen Bayi
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Provinsi Riau menorehkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan. Riau puncaki capaian imunisasi kejar nasional ini datanya menunjukkan posisi teratas untuk bayi dan anak usia di bawah dua tahun, berdasarkan pencatatan Kementerian Kesehatan RI per 19 Oktober 2026. Capaian ini menjadi sorotan karena jauh melampaui rata-rata nasional dan menempatkan Riau sebagai rujukan pelaksanaan program imunisasi kejar di Tanah Air.
Data Kemenkes mencatat cakupan imunisasi kejar di Riau mencapai 15 persen untuk bayi di bawah 12 bulan dan 7 persen untuk anak usia 12–24 bulan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional, sementara rata-rata nasional untuk kelompok bayi di bawah 12 bulan hanya 4 persen. Prestasi Riau puncaki capaian imunisasi kejar nasional ini datanya pun mendapat apresiasi langsung dari jajaran pemerintah daerah.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut positif capaian tersebut. Ia mengapresiasi tenaga kesehatan, kader posyandu, serta jajaran Dinas Kesehatan kabupaten/kota yang terlibat aktif menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Menurutnya, keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk memperluas pelayanan, bukan alasan untuk mengendurkan upaya di lapangan.
“Imunisasi adalah investasi masa depan anak Riau. Saya minta capaian ini jangan membuat kita lengah. Terus kebut sampai seluruh anak di Riau mendapatkan hak imunisasi lengkap,” tegas SF Hariyanto.
Ia menambahkan, Pemprov Riau berkomitmen mendukung percepatan imunisasi guna melindungi anak dari ancaman penyakit menular, termasuk campak, rubella, difteri, dan polio. Perlindungan melalui imunisasi dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) yang sebenarnya dapat dicegah.
Rincian Angka Cakupan Imunisasi Kejar
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menjelaskan rincian capaian tersebut. Untuk kelompok bayi berusia di bawah 12 bulan, sebanyak 12.958 anak dari sasaran 85.337 anak telah menerima setidaknya satu dosis imunisasi yang sebelumnya terlewat. Sementara itu, pada kelompok usia 12–24 bulan, terdapat 7.445 anak dari sasaran 84.382 anak yang telah mendapatkan imunisasi kejar.
| Kelompok Usia | Sasaran | Sudah Imunisasi Kejar | Cakupan |
|---|---|---|---|
| Bayi di bawah 12 bulan | 85.337 anak | 12.958 anak | 15 persen |
| Anak usia 12–24 bulan | 84.382 anak | 7.445 anak | 7 persen |
“Capaian ini menjadikan Riau dengan cakupan sebanyak 15 persen. Ini menjadi yang tertinggi di Indonesia, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 4 persen,” ujar Zulkifli, Jumat (23/10/2026).
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Riau melakukan pemantauan secara berkala, terutama terhadap kabupaten/kota yang masih memiliki cakupan rendah. Pencatatan melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) juga dilakukan setiap hari agar anak yang belum melengkapi imunisasi dapat segera teridentifikasi. Pendataan yang akurat dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat pelayanan dan memastikan anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal tidak terlewat.
Posisi Riau Dibanding Daerah Lain
Secara nasional, program Bulan Imunisasi Anak (BIK) telah menjangkau 134.850 bayi di bawah 12 bulan dan 101.007 anak usia 12–24 bulan yang sebelumnya belum melengkapi imunisasi. Setelah Riau, Sulawesi Tenggara mencatat cakupan 7 persen dan DKI Jakarta 5 persen pada kelompok bayi di bawah 12 bulan. Untuk kelompok usia 12–24 bulan, DKI Jakarta dan Papua Selatan masing-masing mencapai 4 persen.
Fakta bahwa Riau puncaki capaian imunisasi kejar nasional ini datanya bukanlah hasil instan. Dibutuhkan kerja keras lintas sektor, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga pemerintah kabupaten/kota, untuk mendatangi anak-anak yang belum menerima dosis lengkap. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program di lapangan.
Pemerintah berharap percepatan imunisasi kejar dapat meningkatkan perlindungan anak sekaligus menekan risiko kejadian luar biasa penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. Dengan capaian yang diraih, Riau puncaki capaian imunisasi kejar nasional ini datanya sekaligus menjadi contoh bagi provinsi lain dalam memperkuat layanan kesehatan dasar bagi anak.
Ke depan, tantangan tetap ada. Pemprov Riau diminta tidak berpuas diri dan terus memperluas jangkauan, terutama di daerah terpencil dan wilayah dengan cakupan rendah. Konsistensi pemantauan harian melalui ASIK serta penguatan peran kader posyandu menjadi fondasi agar capaian tinggi ini bertahan dan merata hingga ke pelosok. Dengan begitu, hak setiap anak Riau atas imunisasi lengkap dapat benar-benar terpenuhi, dan prestasi Riau puncaki capaian imunisasi kejar nasional ini datanya tidak sekadar menjadi angka sesaat, melainkan bukti nyata komitmen melindungi generasi penerus.
