Shakhtar Donetsk Bergeliat: Alisson Santana Cetak Dua Gol Spektakuler Usai Dipanggil Ancelotti
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Klub asal Ukraina, Shakhtar Donetsk, kembali menunjukkan tajinya di pentas sepak bola domestik. Dalam laga lanjutan Liga Primer Ukraina yang digelar di Arena Lviv, Jumat (30/10/2026), Shakhtar sukses menundukkan Obolon-Brovar dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi panggung bagi pesepak bola muda Brasil, Alisson Santana, yang baru saja mendapat panggilan pertamanya untuk memperkuat Timnas Brasil.
Alisson, pemain berusia 21 tahun yang berposisi sebagai gelandang serang sekaligus penyerang sayap, memulai laga dari bangku cadangan. Ia baru dimasukkan pelatih pada menit ke-61. Namun, hanya butuh waktu sembilan menit bagi eks pemain Atlético Mineiro itu untuk membuka keunggulan Shakhtar. Gol pertama tercipta melalui tendangan lob indah dari tepi kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper Obolon.
Tak puas dengan satu gol, Alisson kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-85. Kali ini, ia melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut gawang. Dua gol tersebut menjadi bukti kualitasnya sebagai salah satu talenta muda paling bersinar di skuad Shakhtar saat ini. Rekan senegaranya, Newerton dan Vinícius Tobias, tercatat sebagai pemberi assist pada kedua gol tersebut.
Kemenangan ini membawa Shakhtar ke puncak klasemen sementara Liga Ukraina dengan koleksi 28 poin, unggul tiga poin atas Polissya Zhytomyr yang baru akan bertanding pada hari Minggu. Hasil positif ini juga menjadi modal berharga sebelum menghadapi laga krusial di Liga Champions melawan Sporting Lisbon pada Selasa mendatang di Stamford Bridge, London.
Bagi Alisson Santana, pekan ini benar-benar menjadi momen yang tak terlupakan. Sehari sebelum pertandingan, Kamis (29/10/2026), namanya resmi masuk dalam daftar 26 pemain yang dipanggil pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, untuk menghadapi laga persahabatan melawan Jepang dan Singapura pada 14 dan 17 November mendatang. Panggilan ini menjadi puncak dari perjalanan kariernya setelah hijrah ke Eropa pada 2025.
Dalam pernyataan emosionalnya seusai pertandingan, Alisson mengungkapkan rasa syukur dan mimpi-mimpinya yang telah tercapai. Ia mengenang perjalanan sejak meninggalkan rumah di usia muda, mencetak gol profesional pertamanya bersama Atlético Mineiro, hingga akhirnya bisa bermain di Eropa dan merasakan atmosfer Liga Champions. Kini, mimpi berikutnya adalah membela panji Timnas Brasil dan memberikan yang terbaik untuk negara yang dikenal sebagai raja sepak bola dunia.
Sejak bergabung dengan Shakhtar Donetsk pada 2025, Alisson telah mencatatkan 50 penampilan dengan torehan 11 gol dan 14 assist. Statistik impresif ini menunjukkan konsistensinya sebagai motor serangan tim. Bersama rekan setimnya, Marlon Gomes, yang juga mendapat panggilan Timnas Brasil, Alisson menjadi representasi pemain muda Brasil yang bersinar di kompetisi Eropa Timur.
Pelatih Shakhtar, Arda Turan, disebut turut berperan besar dalam perkembangan pesat Alisson. Strategi rotasi dan kepercayaan yang diberikan kepada pemain muda terbukti mampu mengeluarkan potensi terbaik mereka. Kemenangan atas Obolon menjadi bukti bahwa Shakhtar tetap kompetitif meski harus memainkan laga kandang di luar Donetsk akibat konflik berkepanjangan di Ukraina.
Dengan performa apik ini, Shakhtar Donetsk mengirimkan sinyal kuat kepada Sporting Lisbon bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan. Meski saat ini berada di peringkat ke-17 fase liga Liga Champions dengan empat poin, semangat dan kualitas individu para pemain muda bisa menjadi ancaman serius. Laga di Stamford Bridge nanti diprediksi berjalan sengit mengingat Sporting berada di posisi ke-12 dengan enam poin.
Secara keseluruhan, kisah Alisson Santana bersama Shakhtar Donetsk menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda. Dedikasi, kerja keras, dan keberanian untuk bermimpi besar telah membawanya ke panggung yang lebih tinggi. Kini, seluruh mata akan tertuju padanya, baik saat membela klub maupun ketika mengenakan jersey kebanggaan Timnas Brasil. Masa depan cerah tampaknya telah menanti sang pemain, dan Shakhtar menjadi saksi bisu dari lahirnya bintang baru sepak bola dunia.
