Sjafrie Sjamsoeddin Minta Jenderal Kemhan Mawas Diri dan Jaga Soliditas
Inforiau – 08 November 2026 | Jakarta — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan para jenderal dan pejabat Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk meningkatkan kewaspadaan serta sikap mawas diri dalam menjalankan tugas pertahanan negara. Pesan itu disampaikan Sjafrie Sjamsoeddin saat makan siang bersama sejumlah pejabat tinggi Kemhan di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa setiap kebijakan dan tindakan di lingkungan Kemhan harus selalu berada dalam koridor kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, tugas pertahanan bukan sekadar menjalankan fungsi organisasi dan administrasi pemerintahan, melainkan menyangkut kelangsungan hidup bangsa, kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan rakyat.
Hadir antara lain:
- Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Jauhari
- Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon
- Sekjen Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema
- Irjen Kemhan Letjen TNI Rui F.G.P. Duarte
- Kepala BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia
Sjafrie Sjamsoeddin juga meminta jajaran Kemhan menjaga kekompakan, kesatuan visi, dan kesamaan langkah. Ia menilai kepekaan terhadap perubahan lingkungan strategis global, regional, dan nasional penting agar Kemhan dapat mengantisipasi potensi ancaman secara tepat. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari konsolidasi kewaspadaan, bukan arahan khusus terkait kasus tertentu.
Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin menerima Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto pada 2 November 2026. Kemhan menyatakan pertemuan membahas koordinasi tugas pertahanan dan keamanan nasional secara makro. Proses hukum dugaan penyadapan Presiden Prabowo disebut menjadi kewenangan Mabes Polri. Bareskrim telah menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka; tiga ditahan di Mako Brimob, sementara Irjen Slamet Uliandi belum ditahan karena sakit pasca-stroke.
Di luar agenda itu, Sjafrie Sjamsoeddin berduka atas meninggalnya mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo AS. Ia juga meninjau Yonif TP 929 di Kupang, menerima Menhan Sudan, menerima Wakil PM sekaligus Menhan Qatar, serta membahas penguatan kerja sama pertahanan dengan Tiongkok.
Dengan arahan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin berharap seluruh jajaran Kemhan bekerja maksimal, menjaga integritas, loyalitas, dan pengabdian nyata, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan lain.
Editor: Sukri Mustakim
