St. Pauli Incar Kemenangan Perdana Tandang di Kandang Darmstadt yang Tengah Terpuruk
Inforiau – 24 Oktober 2026 | FC St. Pauli akan berusaha meraih kemenangan tandang pertamanya musim ini saat bertandang ke markas SV Darmstadt 98 di Stadion Böllenfalltor, Jumat (23/10/2026) malam WIB. Tim tamu datang dengan modal empat hasil imbang beruntun di laga away, sementara tuan rumah Darmstadt tengah berjuang bangkit dari kekalahan memalukan 0-4 di Karlsruher SC. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi st pauli untuk memecah kebuntuan tiga angka di luar kandang.
Pelatih st pauli, Marcel Rapp, menegaskan bahwa timnya tidak akan memandang remeh Darmstadt meski lawan berada di posisi 17 klasemen. “Jika kami bermain di Böllenfalltor pada Jumat malam, akan ada emosi yang tinggi. Mereka tim yang kuat secara fisik. Karena mereka memenangkan dua laga kandang terakhir, tidak ada alasan bagi kami untuk meremehkan mereka,” ujar Rapp dalam konferensi pers.
Rapp memilih untuk tidak mengubah starting eleven yang tampil pekan lalu di Hannover. Formasi empat bek tetap dipertahankan dengan kapten David Nemeth dan Lars Ritzka sebagai bek tengah, serta Arkadiusz Pyrka dan Louis Oppie sebagai wing-back. Di lini tengah, Eric Smith menjadi jangkar, didukung Mathias Rasmussen, Joel Chima Fujita, dan Connor Metcalfe. Di lini depan, Abdoulie Ceesay yang menjadi top skor tetap didampingi Youssoupha Niang, pemain muda 20 tahun yang diharapkan merepotkan pertahanan lawan dengan kecepatannya.
Kabar baik datang dari bangku cadangan: Marcus Mathisen kembali masuk ke skuad setelah pulih dari cedera kaki, menggantikan Erik Ahlstrand. Kehadiran Mathisen menambah opsi bagi Rapp untuk melakukan rotasi di lini belakang.
Sementara itu, Darmstadt 98 berada dalam tekanan besar. Pelatih Florian Kohfeldt mengakui bahwa kekalahan di Karlsruhe adalah “penampilan bencana dari A sampai Z”. Namun, ia menolak untuk terlalu larut dalam kekecewaan. “Kami tidak perlu mengubah segalanya. Kami memiliki dua kemenangan kandang terakhir, yang terakhir bahkan sangat layak. Itu memberi kami kepercayaan diri,” ujarnya. Kohfeldt juga mengisyaratkan akan ada perubahan formasi. “Saya pikir akan ada satu atau dua perubahan. Beberapa hal tidak bisa dibiarkan tanpa konsekuensi,” tegasnya.
Darmstadt memiliki catatan buruk di laga tandang dengan nol poin, tetapi di kandang mereka telah mengumpulkan tujuh poin dari dua kemenangan terakhir melawan Arminia Bielefeld (2-1) dan Energie Cottbus (3-1). Dukungan suporter di Böllenfalltor diharapkan menjadi faktor pembeda. “Tekanan memang ada, tapi siapa yang tidak mencintai tekanan ini, tidak pantas berada di sini,” kata Kohfeldt menantang.
Di sisi lain, mantan pelatih st pauli, Alexander Blessin, kini menghadapi tantangan berat bersama Borussia Mönchengladbach yang belum meraih poin sama sekali. Gladbach berisiko mencatat rekor negatif sebagai tim pertama yang kalah dalam tujuh laga awal Bundesliga jika kembali tumbang di Stuttgart. Meski demikian, Blessin tetap optimistis. “Kami harus siap menderita dan melawan. Kami hanya bisa bertahan sebagai sebuah tim,” ujarnya.
Kembali ke laga Darmstadt vs st pauli, kedua tim memiliki motivasi berbeda. Tuan rumah ingin membuktikan bahwa kekalahan di Karlsruhe hanyalah kecelakaan, sementara tim tamu berambisi memecah rekor tanpa kemenangan tandang. Dengan kualitas individu yang dimiliki st pauli, terutama kecepatan Niang dan ketajaman Ceesay, bukan tidak mungkin tiga poin pertama di luar kandang akhirnya terwujud. Namun, faktor Böllenfalltor dan tekanan yang dirasakan Darmstadt bisa menjadi bumerang atau justru bahan bakar tambahan.
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Darmstadt akan mencoba bermain agresif sejak awal untuk menyenangkan pendukung sendiri, sementara st pauli diperkirakan lebih sabar dan mengandalkan serangan balik cepat. Kemenangan akan sangat berarti bagi kedua tim: bagi Darmstadt untuk menjauh dari zona degradasi, dan bagi st pauli untuk menjaga asa bersaing di papan atas.
Menjelang laga, atmosfer di Böllenfalltor dipastikan panas. Para penggemar Darmstadt menuntut pembalasan setelah kekalahan telak, sedangkan suporter st pauli yang dikenal fanatik diperkirakan akan memenuhi stadion untuk memberikan dukungan langsung. Siapa yang akan tersenyum di akhir laga? Jawabannya akan terungkap dalam 90 menit pertandingan.
Dengan segala dinamika yang ada, laga ini bukan sekadar pertarungan tiga poin, tetapi juga ujian mental dan taktik bagi kedua pelatih. Rapp ingin membuktikan bahwa st pauli layak diperhitungkan sebagai tim promosi, sementara Kohfeldt berusaha menyelamatkan musim Darmstadt dari keterpurukan. Sepak bola Jerman akan menyaksikan duel menarik antara ambisi dan tekanan.
Editor: Sukri Mustakim
