Target Stunting 3 Persen Pemkot Depok Manfaatkan Aplikasi Depok Cerdas untuk Tekan Angka Stunting
Inforiau – 01 November 2026 | Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya menekan angka stunting di wilayahnya. Guna mencapai Target Stunting 3 Persen Pemkot Depok Manfaatkan Aplikasi Depok Cerdas sebagai solusi digital dalam pemantauan gizi balita. Aplikasi ini menjadi ujung tombak dalam mengumpulkan data secara real-time dari ribuan kader posyandu yang tersebar di seluruh kecamatan. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan intervensi gizi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok menjelaskan bahwa aplikasi Depok Cerdas memungkinkan para kader untuk menginput data antropometri balita, seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, langsung dari lapangan. Data yang masuk kemudian diolah secara otomatis untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko stunting. “Dengan sistem ini, kami bisa mengetahui kondisi setiap balita secara presisi. Jika ada indikasi stunting, tim gizi akan segera turun ke lapangan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Depok, Rabu (12/6).
Sebelumnya, angka stunting di Depok berada di kisaran 4 persen. Melalui berbagai program intervensi, termasuk pemanfaatan aplikasi Depok Cerdas, Pemkot Depok menargetkan penurunan hingga 3 persen pada akhir tahun ini. Upaya Target Stunting 3 Persen Pemkot Depok Manfaatkan Aplikasi Depok Cerdas ini sejalan dengan program nasional percepatan penurunan stunting yang dicanangkan pemerintah pusat.
Peran Kader dan Data Real-Time
Ribuan kader posyandu di Depok telah dilatih untuk menggunakan aplikasi Depok Cerdas. Mereka bertugas melakukan pengukuran rutin setiap bulan dan mengunggah hasilnya ke sistem. Data yang terkumpul tidak hanya membantu pemerintah dalam memetakan sebaran stunting, tetapi juga menjadi dasar dalam memberikan bantuan pangan tambahan dan edukasi gizi kepada keluarga balita.
Selain itu, aplikasi Depok Cerdas juga dilengkapi fitur dashboard yang dapat diakses oleh camat dan lurah. Dengan demikian, koordinasi lintas sektor dalam penanganan stunting menjadi lebih mudah. Misalnya, jika ditemukan kasus stunting di suatu kelurahan, dinas kesehatan bersama dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat dapat segera berkoordinasi untuk memberikan intervensi yang diperlukan.
Dukungan Berbagai Pihak
Upaya Target Stunting 3 Persen Pemkot Depok Manfaatkan Aplikasi Depok Cerdas mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi masyarakat. Universitas Indonesia melalui program pengabdian masyarakat turut membantu dalam pengembangan modul edukasi gizi yang terintegrasi dengan aplikasi. Sementara itu, sejumlah perusahaan swasta melalui program CSR menyumbangkan perangkat tablet untuk kader posyandu di wilayah pinggiran.
Wali Kota Depok menegaskan bahwa penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan, tetapi seluruh perangkat daerah. “Kita harus bergotong royong. Aplikasi ini adalah alat, tetapi yang paling penting adalah komitmen kita untuk memastikan setiap anak di Depok tumbuh sehat dan cerdas,” tegasnya.
Meski demikian, tantangan masih ada. Beberapa kader mengeluhkan sinyal internet yang kurang stabil di daerah tertentu. Pemerintah berjanji akan berkoordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memperluas jangkauan jaringan. Selain itu, sosialisasi kepada orang tua balita tentang pentingnya gizi seimbang juga terus dilakukan melalui berbagai media.
Evaluasi dan Target ke Depan
Hingga saat ini, Pemkot Depok mencatat penurunan angka stunting dari 4 persen menjadi 3,5 persen. Dengan optimalisasi aplikasi Depok Cerdas, target 3 persen diyakini dapat tercapai. Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi bulanan untuk memastikan setiap intervensi berjalan efektif. Data dari aplikasi akan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan anggaran dan program gizi di tahun mendatang.
Keberhasilan Target Stunting 3 Persen Pemkot Depok Manfaatkan Aplikasi Depok Cerdas ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Digitalisasi posyandu melalui aplikasi terbukti mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan akurasi data. Dengan begitu, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan produktif.
Sebagai penutup, upaya Pemkot Depok dalam menekan angka stunting melalui inovasi digital patut diapresiasi. Kolaborasi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Dengan terus memanfaatkan teknologi dan memperkuat komitmen, target 3 persen bukanlah hal yang mustahil. Yang terpenting, setiap anak di Depok mendapatkan haknya untuk tumbuh kembang secara optimal.
