Timnas U-17 Indonesia Uji Coba Lawan Malaysia, PSSI Juga Pantau Dua Striker Keturunan untuk Piala Asia 2027
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Persiapan tim nasional sepak bola u-17 indonesia terus berlanjut menjelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Pada Rabu (28/10/2026) sore, skuad Garuda Muda dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Malaysia sebagai bagian dari pemantapan taktik dan fisik para pemain muda. Duel ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender sepak bola nasional pekan ini, berdampingan dengan pertandingan Timnas Indonesia U-15 yang menghadapi Moldova di babak 32 besar Tier C Piala Dunia U-15 2026 di Baku, Azerbaijan.
Uji coba melawan Malaysia dinilai krusial karena menjadi tolok ukur kesiapan tim nasional sepak bola u-17 indonesia dalam menghadapi lawan-lawan Asia yang memiliki karakter permainan cepat dan fisik kuat. Pelatih dan staf teknis disebut ingin melihat sejauh mana para pemain mampu menerapkan instruksi, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang serta efisiensi penyelesaian akhir.
Pembenahan Menyeluruh di Semua Level
Antusiasme terhadap tim nasional sepak bola u-17 indonesia tidak lepas dari gelombang pembenahan yang tengah berjalan di tubuh Timnas Indonesia secara keseluruhan. Pelatih John Herdman disebut masih mengandalkan sejumlah nama utama di lini depan, namun kebutuhan akan pelapis berkualitas menjadi prioritas, terutama untuk mengantisipasi cedera dan padatnya jadwal menuju Piala Asia 2027 serta Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Sejumlah nama baru pun masuk dalam pantauan. Salah satunya Lassana Doucoure, penyerang berusia 23 tahun keturunan Mali-Indonesia yang baru saja resmi bergabung dengan klub Norwegia FK Haugesund. Kepindahan itu diumumkan klub pada Senin (26/10/2026) setelah proses pengurusan izin kerja di Norwegia selesai. Sebelum ke Eropa, Lassana pernah membela Barito Putera dengan catatan 20 penampilan dan satu gol pada musim lalu, serta sempat merasakan kompetisi Liga 1 pada 2024.
Nama lain yang mencuat adalah Jael Pawirodihardjo, penyerang kelahiran Rotterdam 27 September 2006 dengan garis keturunan Jawa dari nenek pihak ibu. Berpostur 182 sentimeter, ia fleksibel ditempatkan sebagai striker tengah maupun penyerang sayap. Karena belum pernah membela timnas senior negara mana pun, ia memenuhi syarat menjalani proses naturalisasi.
Piramida Pembinaan Usia Dini Jadi Kunci
Di sisi lain, perhatian terhadap tim nasional sepak bola u-17 indonesia juga berkaitan erat dengan pembinaan usia dini di daerah. Figur seperti Febrianto Wijaya, yang menjadi pendaftar tunggal Ketua PSSI Sulawesi Barat periode 2026-2030, menekankan pentingnya jalur pembinaan terstruktur. Melalui Akademi PSM Makassar di Mamuju, ia telah mengantar sejumlah pemain menembus skuad senior, sekaligus mencatat prestasi sebagai juara EPA U16 2021 dan EPA U18 2024.
Berikut sejumlah agenda dan nama yang menjadi sorotan dalam peta persiapan Timnas Indonesia pekan ini:
- Uji coba tim nasional sepak bola u-17 indonesia melawan Malaysia pada 28 Oktober 2026.
- Laga Timnas Indonesia U-15 kontra Moldova di Piala Dunia U-15 2026.
- Pemantauan performa Lassana Doucoure bersama FK Haugesund.
- Peluang naturalisasi Jael Pawirodihardjo untuk lini depan Garuda.
- Penguatan piramida pembinaan usia dini melalui akademi daerah.
Dari sisi kompetisi dalam negeri, perhatian publik juga terbagi pada ajang antarklub. Persib Bandung menjamu Melbourne Victory di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, pada 28 Oktober 2026 pukul 19.15 WIB, dengan misi menjaga posisi puncak klasemen Grup E AFC Champions League Two. Sementara itu, turnamen mini soccer antarmedia Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 edisi kelima akan bergulir 3-5 November 2026 di ASIOP Stadium, Jakarta Pusat, diikuti 16 tim media nasional.
Kesimpulan
Uji coba melawan Malaysia menjadi momen penting bagi tim nasional sepak bola u-17 indonesia untuk mengukur kesiapan sebelum Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Di saat yang sama, langkah PSSI memantau pemain keturunan seperti Lassana Doucoure dan Jael Pawirodihardjo menunjukkan upaya menyeluruh membangun kedalaman skuad di semua lini. Jika pembinaan usia dini terus diperkuat dan regenerasi berjalan konsisten, harapan membawa sepak bola Indonesia bersaing di level Asia bukan sekadar wacana.
Editor: Sukri Mustakim
