Umrah Makin Dimudahkan: Kemenhaj Dorong Penerbangan Langsung hingga Investasi Raksasa di Makkah
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Perjalanan ibadah umrah dan haji dari Indonesia memasuki babak baru. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara bersamaan mengumumkan tiga langkah strategis: pemutakhiran daftar jemaah haji 2027, dorongan penggunaan penerbangan langsung bagi jemaah umrah, serta masuknya investasi properti Danantara di Makkah. Ketiga kebijakan ini disebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem layanan yang lebih aman, efisien, dan berdampak pada perekonomian nasional.
Daftar Jemaah Haji 2027 Resmi Diumumkan
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang masuk alokasi kuota penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Daftar tersebut mencakup tiga kelompok: jemaah haji reguler lunas tunda berangkat, jemaah yang masuk alokasi kuota keberangkatan musim haji tahun berjalan, serta jemaah lanjut usia yang menjadi prioritas.
“Jemaah dapat memeriksa status masing-masing melalui laman resmi Kemenhaj. Setelah mengetahui statusnya, jemaah perlu mempersiapkan tahapan berikutnya, terutama pemeriksaan kesehatan untuk memastikan pemenuhan persyaratan istithaah kesehatan,” ujar Ian dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Pengecekan status keberangkatan dan informasi berhak lunas dapat dilakukan melalui laman resmi Kemenhaj. Selain memastikan status dalam alokasi kuota, jemaah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Penetapan istithaah kesehatan menjadi salah satu syarat utama sebelum jemaah dapat melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Tahapan ini penting agar jemaah benar-benar siap secara fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Jemaah Umrah Diminta Pilih Penerbangan Langsung
Di sisi lain, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong agar jemaah umrah Indonesia mengalihkan perjalanan dari rute transit Singapura dan Malaysia ke penerbangan langsung menggunakan maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Lion Air.
Menurut Dahnil, sekitar 70 ribu jemaah umrah Indonesia setiap tahunnya menggunakan penerbangan transit melalui kedua negara tersebut. Angka itu dinilai sebagai potensi pasar besar yang dapat dimanfaatkan maskapai dalam negeri untuk memperkuat layanan penerbangan menuju Arab Saudi sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” katanya.
Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk membahas pilihan rute penerbangan, termasuk pertimbangan keamanan dan dampaknya terhadap industri penerbangan nasional. Dahnil meminta asosiasi agar sementara waktu tidak memilih penerbangan transit ke Malaysia atau Singapura. Ia menegaskan imbauan ini bukan semata soal keamanan, melainkan juga upaya memperkuat ekonomi nasional melalui industri penerbangan dalam negeri.
“Kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga sama, baik-baik saja. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Ia juga meminta Garuda dan Lion Air memperbaiki layanan serta harga tiket agar kompetitif, sehingga jemaah umrah tidak ragu beralih ke penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah.
Danantara Bangun Ekosistem Haji dan Umrah di Makkah
Dari sisi investasi, pemerintah melalui Danantara Investment Management (DIM) resmi menyelesaikan akuisisi sejumlah aset properti di kawasan Thakher Makkah pada Oktober 2026. Kawasan ini berjarak sekitar 1,2 km di sisi utara Masjidil Haram dan dikenal sebagai area pengembangan properti modern yang tumbuh pesat.
Berdasarkan pengumuman Thakher Development Company, nilai transaksi mencapai SAR 2 miliar atau setara US$533 juta (sekitar Rp8 triliun). Nilai itu meliputi hotel Novotel Thakher serta 14 bidang lahan untuk pengembangan. Akuisisi dan serah terima Novotel Thakher berlangsung pada 11 Agustus. Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar dan suite yang mendukung kebutuhan akomodasi jemaah.
Pada 18 Oktober, Danantara juga merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di Thakher Makkah yang mencakup 14 bidang dengan luas total sekitar 44.088 meter persegi. Pengelolaan hotel tetap melibatkan Accor berdasarkan perjanjian manajemen yang berlaku, sehingga aset operasional ini dapat menjadi fondasi investasi jangka panjang.
Investasi properti Danantara di Makkah menjadi bagian dari pengembangan ekosistem haji dan umrah maupun Kompleks Bait Jemaah. Strategi yang diambil menggabungkan aset produktif dengan peluang pengembangan properti jangka panjang, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara maksimal sekaligus meningkatkan kualitas layanan akomodasi bagi jemaah di Tanah Suci.
Integritas Kementerian Jadi Sorotan
Di tengah derasnya kebijakan baru, Kemenhaj juga mendapat perhatian publik terkait integritas kelembagaan. Dua putra Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, resmi mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli. Pengunduran diri itu diterima pimpinan kementerian pada Senin (26/10/2026).
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, keputusan itu mengedepankan etika dan mencegah munculnya persepsi nepotisme di lingkungan pemerintahan. “Ini langkah yang bagus, penuh etika,” kata Mahfud melalui akun X pada Rabu (28/10/2026).
Dahnil menegaskan pengunduran diri tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga integritas kementerian. Ia menjelaskan keterlibatan kedua putra Gus Irfan bermula saat Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) dibentuk pada akhir Oktober 2024, ketika lembaga masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia.
Kesimpulan
Rangkaian kebijakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan haji dan umrah kini tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga pada kesiapan jemaah, penguatan ekonomi nasional, dan peningkatan kualitas akomodasi di Tanah Suci. Jemaah diimbau memeriksa status keberangkatan secara berkala, memprioritaskan penerbangan langsung, serta mempersiapkan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Dengan sinergi antara regulasi, maskapai nasional, dan investasi properti di Makkah, layanan ibadah diharapkan semakin aman, nyaman, dan berkelanjutan.
