Dewan Kerja Sama Teluk Kutuk Serangan Houthi karena Melanggar Kesucian Mekkah, Seruan Tegas untuk Dunia
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Dewan Kerja Sama Teluk Kutuk Serangan Houthi karena melanggar kesucian Mekkah menjadi sorotan utama dunia internasional. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Albudaiwi, dengan tegas mengutuk serangan kelompok Houthi yang menargetkan sejumlah wilayah di Arab Saudi, termasuk Mekkah, Jeddah, Taif, dan Rabigh. Serangan tersebut menandai eskalasi baru yang dinilai membahayakan keselamatan warga sipil sekaligus menodai kesucian kota paling dimuliakan umat Islam.
Dalam insiden tersebut, dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi. Meski demikian, serpihan rudal dilaporkan jatuh di kawasan Wadi Al-Mughammas di Mekkah, serta di sejumlah lokasi di Jeddah, Taif, dan Rabigh. Peristiwa ini sontak memicu kecaman luas, dan Dewan Kerja Sama Teluk Kutuk Serangan Houthi karena melanggar kesucian Mekkah sebagai bentuk sikap resmi organisasi yang menaungi enam negara Teluk tersebut.
Kecaman Tegas dari Pemimpin GCC
Albudaiwi menilai serangan itu secara terang-terangan mencerminkan ketidakpedulian terhadap nyawa dan keselamatan warga sipil. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan eskalasi tindakan kriminal yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan Teluk secara keseluruhan. Ia menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan Kota Suci Mekkah merupakan pelanggaran serius terhadap kesucian situs suci serta provokasi yang melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.
“Serangan semacam itu tidak dapat dibenarkan maupun ditoleransi dengan alasan apa pun,” tegas Albudaiwi. Ia menambahkan bahwa keamanan Arab Saudi merupakan bagian tak terpisahkan dari keamanan seluruh negara anggota GCC. Pihaknya pun menyatakan dukungan penuh terhadap segala langkah yang diambil Arab Saudi guna mempertahankan wilayah serta melindungi keselamatan seluruh penduduknya.
Dalam pernyataannya, Albudaiwi turut mengapresiasi kesiapsiagaan dan keandalan pasukan pertahanan udara Arab Saudi yang mampu mencegat dan mengatasi serangan rudal tersebut. Ia juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas dan langkah konkret guna menghentikan aksi kelompok Houthi yang terus berulang.
Imam Besar Masjidil Haram Ikut Mengecam
Kecaman serupa datang dari Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, yang juga menjabat sebagai Presiden Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ia mengecam keras serangan berulang kelompok Houthi yang menargetkan Mekkah dan Madinah karena dinilai melanggar kesucian dua kota suci umat Islam serta mengancam keselamatan masyarakat.
Al-Sudais menilai serangan tersebut memperlihatkan niat buruk kelompok Houthi terhadap umat Islam dan tempat-tempat suci. Menurutnya, tindakan yang membahayakan tempat suci bertentangan dengan ajaran Islam yang melarang agresi dan mewajibkan perlindungan terhadap rumah ibadah. Ia menegaskan bahwa Mekkah dan Madinah memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, sehingga setiap tindakan yang mengancam keamanan kedua kota tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kesucian tempat ibadah.
Ia juga menyebut serangan berulang kelompok Houthi mencerminkan pendekatan kriminal dan pengabaian terhadap kedudukan Dua Masjid Suci. Selain mengancam kawasan suci, Al-Sudais mengecam serangan yang menyasar warga sipil dan berbagai fasilitas umum.
Negara-Negara Teluk Perkuat Kesiapan Militer
Meningkatnya frekuensi dan skala serangan kelompok Houthi membuat negara-negara Teluk mulai mengambil sikap lebih tegas. Pertemuan luar biasa digelar negara-negara anggota GCC untuk membahas tindakan internasional yang efektif terhadap kelompok Houthi. Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Komite Operasi dan Pelatihan Angkatan Bersenjata GCC di Riyadh, Arab Saudi.
GCC terdiri atas Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman. Salah satu materi pembahasan adalah memperkuat kerja sama militer bersama di bidang operasi dan pelatihan, serta mengembangkan mekanisme koordinasi dan integrasi di antara angkatan bersenjata negara-negara Teluk. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya serangan terhadap Arab Saudi serta upaya negara-negara Teluk dan komunitas internasional untuk menghentikannya.
Berikut ringkasan sikap dan langkah yang diambil dalam merespons serangan Houthi:
- Kecaman GCC: Menilai serangan sebagai pelanggaran serius terhadap kesucian Mekkah dan provokasi terhadap umat Islam.
- Dukungan penuh: GCC mendukung segala langkah Arab Saudi mempertahankan wilayah dan melindungi penduduk.
- Apresiasi pertahanan udara: Pujian atas keberhasilan mencegat dua rudal balistik Houthi.
- Seruan internasional: Desakan agar dunia mengambil langkah konkret menghentikan aksi Houthi.
- Penguatan militer: Pertemuan komite operasi dan pelatihan angkatan bersenjata GCC di Riyadh.
Tekanan internasional pun semakin menguat seiring dengan sikap tegas yang ditunjukkan negara-negara Teluk. Dewan Kerja Sama Teluk Kutuk Serangan Houthi karena melanggar kesucian Mekkah dinilai sebagai pesan kuat bahwa kawasan suci tidak boleh dijadikan sasaran konflik bersenjata. Serangan yang menyasar kota suci dipandang bukan hanya ancaman terhadap Arab Saudi, melainkan juga terhadap stabilitas kawasan dan perasaan umat Islam di seluruh dunia.
Dengan pertemuan militer tingkat tinggi dan kecaman dari otoritas keagamaan tertinggi, negara-negara Teluk menunjukkan sikap kolektif untuk melindungi wilayah serta situs-situs suci. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Dewan Kerja Sama Teluk Kutuk Serangan Houthi karena melanggar kesucian Mekkah bukan sekadar pernyataan politik, melainkan bagian dari komitmen menjaga keamanan bersama di kawasan.
Ke depan, perhatian dunia tertuju pada respons komunitas internasional terhadap seruan GCC. Perlindungan terhadap Mekkah dan Madinah sebagai pusat ibadah umat Islam menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Eskalasi serangan Houthi yang berulang menuntut tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan, agar kesucian kota suci tetap terjaga dan keselamatan warga sipil terjamin.
