Drama di Strawberry Arena: Gol Menit Akhir Wikström Gagalkan Kemenangan AIK, Marduanya Berlanjut
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Pertandingan panas dalam lanjutan Allsvenskan 2026 antara aik fotboll dan Elfsborg berakhir dramatis dengan skor 2-2 di Strawberry Arena, Selasa (27/10/2026) malam. Gol penyama kedudukan Rasmus Wikström pada menit ke-90 menggagalkan kemenangan tuan rumah yang sudah di depan mata. Hasil ini memperpanjang rekor buruk aik fotboll yang belum meraih kemenangan di kandang sejak 18 Juli lalu, sekaligus menjadi laga kelima berturut-turut tanpa kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Elfsborg sebenarnya lebih dulu unggul pada menit ke-25 melalui Julius Magnusson yang memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok. AIK sempat menyamakan kedudukan jelang turun minum lewat Johan Hove, gelandang asal Norwegia itu mencetak gol ke-18nya di Allsvenskan dalam dua musim terakhir. Skor 1-1 bertahan hingga menit ke-85 ketika Sixten Gustafsson, pemain pengganti muda aik fotboll, mencetak gol setelah melewati satu bek lawan dan menempatkan bola dengan tenang. Namun, kegembiraan tuan rumah sirna di masa injury time ketika Wikström menyambar bola dari situasi bola mati.
Kekecewaan terpancar dari para pemain AIK. “Saat ini saya sangat marah. Dua situasi bola mati yang harus kami perbaiki. Ini menyakitkan,” ujar Sixten Gustafsson kepada TV4. Senada dengan itu, Mads Thychosen menyebut hasil ini sebagai kekecewaan besar. “Ini jelas merupakan kekecewaan yang sangat besar,” katanya. Sementara itu, pelatih AIK José Riveiro melakukan sejumlah pergantian, termasuk memasukkan Dino Beširović yang baru pulih dari cedera dan bermain pertama kali sejak Agustus. Pergantian Bergquist pada awal babak kedua terpaksa dilakukan karena pemain tersebut merasa tidak sehat.
Di kubu Elfsborg, hasil imbang ini tetap disyukuri karena mereka berhasil menjaga asa untuk finis di zona Eropa. Elfsborg kini berada di peringkat kelima klasemen, sementara aik fotboll tertahan di posisi ketujuh. Bek AIK, Robin Isherwood, yang kini memperkuat Elfsborg, mengaku fokus sepenuhnya pada tim barunya. “Fokus saya setiap hari adalah Elfsborg, jadi saya tidak terlalu memikirkan AIK. Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan dan saya sangat nyaman di sini,” ujarnya. Isherwood juga menyoroti krisis cedera yang melanda lini belakang AIK musim ini, yang menurutnya membuat tim kesulitan.
Statistik menunjukkan aik fotboll mendominasi penguasaan bola, tetapi kelengahan di lini belakang kembali menjadi momok. Gol Wikström menjadi bukti lemahnya pertahanan AIK dalam mengantisipasi bola mati, sesuatu yang disorot oleh pengamat Vicki Blommé. “Mereka menunjukkan superioritas kami dalam bola mati. Rasanya dia bisa mencetak gol sendirian,” komentarnya. Kini, AIK harus segera bangkit karena akan bertandang ke markas GAIS pada 2 November mendatang, sementara Elfsborg menjamu Örgryte sehari sebelumnya.
Dengan hasil ini, aik fotboll semakin terpuruk di papan tengah dan tekanan kepada pelatih Riveiro kian meningkat. Manajemen klub diyakini akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama menjelang bursa transfer musim dingin. Sementara itu, Elfsborg yang tak terkalahkan dalam enam laga terakhir bertekad melanjutkan tren positif demi mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Pertarungan kedua tim di putaran kedua nanti diprediksi akan sama sengitnya.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi cerminan inkonsistensi aik fotboll musim ini. Meski mampu mencetak gol melalui permainan terbuka, kelemahan dalam bertahan dari bola mati dan konsentrasi di menit-menit akhir terus menghantui. Jika tidak segera diperbaiki, mimpi untuk kembali bersaing di papan atas akan semakin jauh. Elfsborg di sisi lain membuktikan diri sebagai tim yang pantang menyerah hingga peluit akhir, kualitas yang membuat mereka layak diperhitungkan dalam perburuan tiket Eropa.
