HMI Pekanbaru Kembali Demo DPRD Riau Tuntut Kaderismanto Temui Massa, Desak Penanganan Karhutla
Inforiau – 28 Oktober 2026 | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Riau, Selasa (27/10/2026). Dalam aksi lanjutan ini, HMI Pekanbaru Kembali Demo DPRD Riau Tuntut Kaderismanto Temui Massa secara langsung, bukan melalui perwakilan. Mereka menilai jawaban anggota dewan pada demonstrasi sebelumnya belum memuaskan dan tidak menyentuh substansi persoalan.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu diwarnai orasi bergantian dari mahasiswa. Koordinator lapangan, Rayhan, menegaskan bahwa kedatangan mereka kali ini adalah untuk memastikan tuntutan warga Riau, khususnya terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), benar-benar didengar oleh pimpinan DPRD Riau. “Kami kembali ke DPRD Riau karena merasa tidak puas dengan jawaban para anggota dewan minggu sebelumnya. Kami ingin bertemu langsung dengan Ketua DPRD Riau,” ujar Rayhan dalam orasinya.
Massa menolak ketika beberapa perwakilan DPRD Riau mencoba menemui mereka. Mahasiswa bersikeras hanya ingin bertemu dengan Ketua DPRD Riau, Kaderismanto. “Hadirkan Ketua DPRD Riau Kaderismanto di depan kami!” seru Rayhan yang disambut gemuruh massa. Sikap ini menunjukkan bahwa HMI Pekanbaru Kembali Demo DPRD Riau Tuntut Kaderismanto Temui Massa menjadi sorotan utama dalam aksi kali ini, bukan sekadar formalitas penyampaian aspirasi.
Desak Keseriusan Pemerintah Tangani Karhutla
Selain menuntut kehadiran Ketua DPRD Riau, mahasiswa juga menyoroti persoalan karhutla yang terus berulang setiap tahun. Mereka menilai Pemerintah Provinsi Riau belum serius menyelesaikan masalah tersebut. “Pemprov Riau tidak serius menyelesaikan permasalahan karhutla ini. Buktinya, asap ini menjadi agenda tahunan di Riau,” teriak Rayhan di depan kantor DPRD Riau.
Massa juga melontarkan kritik tajam kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurut mereka, pemerintah pusat belum mampu menyelesaikan persoalan karhutla yang kembali mengancam Riau. Kritik ini menjadi bagian dari tuntutan yang mereka sampaikan, seiring dengan isu HMI Pekanbaru Kembali Demo DPRD Riau Tuntut Kaderismanto Temui Massa yang terus bergulir.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi tuntutan agar pemerintah daerah dan pusat bekerja sama menanggulangi karhutla. Mereka juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan bencana asap yang selalu terjadi setiap musim kemarau.
DPRD Riau Diminta Respons Cepat
Hingga berita ini ditulis, mahasiswa masih bertahan di depan Kantor DPRD Riau sambil menyampaikan tuntutan dan menunggu kehadiran Ketua DPRD Riau. Mereka berjanji akan terus bertahan hingga tuntutan mereka dipenuhi. Aksi ini menjadi catatan penting bagi DPRD Riau, terutama dalam merespons aspirasi masyarakat secara langsung.
Pengamat politik lokal menilai bahwa aksi yang dilakukan HMI Pekanbaru Kembali Demo DPRD Riau Tuntut Kaderismanto Temui Massa menunjukkan adanya jarak antara wakil rakyat dan konstituen. Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan DPRD akan menjadi sinyal positif bahwa lembaga legislatif serius mendengarkan keluhan masyarakat.
Pihak DPRD Riau sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi lanjutan ini. Namun, beberapa staf di kantor DPRD tampak berusaha menenangkan massa dan berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada pimpinan. Mahasiswa tetap pada pendiriannya untuk tidak beranjak sebelum Ketua DPRD Riau menemui mereka.
Dengan aksi ini, HMI Pekanbaru Kembali Demo DPRD Riau Tuntut Kaderismanto Temui Massa menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap konsisten mengawal isu lingkungan dan tata kelola pemerintahan. Tuntutan mereka sederhana: kehadiran langsung pemimpin untuk mendengar dan mencari solusi bersama.
Sebagai kesimpulan, aksi lanjutan HMI Pekanbaru di Kantor DPRD Riau menegaskan bahwa persoalan karhutla dan respons pemerintah masih menjadi perhatian serius generasi muda. Mahasiswa menuntut pertemuan langsung dengan Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, sebagai bentuk tanggung jawab politik. Jika tuntutan ini tidak direspons, bukan tidak mungkin aksi serupa akan kembali terjadi dengan massa yang lebih besar.
