Kuasa Hukum Tifa Tanya Saksi Dumatno: Apa Jokowi Pernah Berkumis? Sidang Ijazah Memanas di PN Jaktim
Inforiau – 25 Oktober 2026 | JAKARTA — Sidang perkara ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menghadirkan terdakwa dokter Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis (22/10/2026). Dalam persidangan tersebut, Kuasa hukum Tifa tanya saksi Dumatno: Apa Jokowi pernah berkumis? [titlebase] menjadi salah satu momen paling menyita perhatian publik yang mengikuti jalannya persidangan secara langsung.
Pertanyaan itu diajukan tim penasihat hukum dokter Tifa kepada Dumatno Budi Utomo, saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan diketahui merupakan sepupu dari Presiden ke-7 RI. Kuasa hukum menilai keterangan saksi mengenai penampilan Jokowi di masa muda penting untuk menguji konsistensi bukti dokumen ijazah yang dipersoalkan dalam perkara ini.
“Apakah wajah Pak Jokowi itu berkumis?” tanya pengacara di ruang sidang, seperti dikutip dari rekaman persidangan. Pertanyaan tersebut langsung disusul dengan pertanyaan lanjutan mengenai penggunaan kacamata oleh mantan Wali Kota Surakarta itu. “Kalau dulu memang saya melihat beliau berkacamata,” jawab Dumatno singkat.
Pengacara kemudian menekankan kembali pertanyaannya agar saksi memberikan keterangan yang lebih tegas. “Apakah Anda memperhatikan wajah Pak Jokowi itu berkacamata?” tanya pengacara. Dumatno pun mengulangi jawaban serupa, bahwa ia pernah melihat Jokowi berkacamata pada masa lalu, tanpa menyebutkan secara pasti kapan peristiwa itu terjadi.
Kumis dan Kacamata Jadi Sorotan
Dalam persidangan, dokter Tifa yang juga hadir sebagai terdakwa turut mencecar Dumatno mengenai kebiasaan Jokowi menggunakan kacamata sewaktu muda. Hal ini berkaitan dengan foto ijazah yang di dalamnya Jokowi tampak berkacamata dan memiliki kumis. Menurut Tifa, sebagai seorang dokter ia merasa penasaran dengan keterangan saksi yang mengaku mengenal Jokowi sejak kecil dan sering bertemu dalam acara keluarga.
“Kan saksi tadi sampaikan bahwa sejak kecil sudah kenal, dekat, sering bertemu dalam acara-acara keluarga dengan Pak Jokowi. Nah, sebagai seorang dokter, saya curious. Kenapa ada orang yang Anda kenal waktu kecil, remaja itu berkacamata? Atau sesekali saja beliau berkacamata?” tanya Tifa.
Dumatno mengaku pernah melihat Jokowi menggunakan kacamata saat masih muda, namun ia tidak mengingat waktu pastinya. “Saya kan tidak intens, Ibu. Jadi, di sini saya menyampaikan bahwa saya pernah melihat beliau berkacamata,” ujarnya. Ia juga tidak dapat menyebutkan tahun secara detail ketika didesak mengenai kapan tepatnya ia melihat Jokowi berkumis dan berkacamata.
“Dulu itu kapan? Tolong disebutkan, dulu itu kapan? Dulu 10 tahun, 20 tahun, 15 tahun?” tanya jaksa. “Tepat pastinya tahun berapa kan kita lupa,” jawab Dumatno. Tim kuasa hukum dokter Tifa pun menilai jawaban saksi tidak jelas karena tidak dapat menerangkan ingatannya secara detail. Dalam kesempatan itu, Kuasa hukum Tifa tanya saksi Dumatno: Apa Jokowi pernah berkumis? [titlebase] kembali menjadi sorotan karena pertanyaan tersebut membuka perdebatan soal validitas keterangan saksi di bawah sumpah.
Ketegangan soal Tautan YouTube Balige Academy
Ketegangan di ruang sidang bukan hanya soal kumis dan kacamata. Dokter Tifa juga mempertanyakan keterangan Dumatno dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terkait tautan YouTube Balige Academy berjudul Diploma and Graduation Face Matching Jokowi versus Dumatno Budi Utomo. Tifa meminta kepastian apakah saksi pernah melihat dan membaca tautan tersebut sebelum diperiksa penyidik.
Dumatno menjelaskan bahwa dirinya pernah melihat tautan itu, tetapi tidak mengingat detailnya dan baru kembali mengingat setelah diperlihatkan penyidik. Ketegangan berlanjut ketika Tifa mempertanyakan konsistensi keterangan saksi di bawah sumpah, sehingga muncul keberatan terkait sikap dan ucapan Tifa di ruang sidang.
Majelis hakim yang dipimpin Christina Endarwati kemudian mengingatkan agar seluruh pihak menjaga kesopanan serta tidak mengeluarkan kata-kata yang melecehkan selama persidangan. Hakim menegaskan bahwa jaksa, advokat, maupun pihak lain yang berada di ruang sidang terikat kewajiban menjaga etika dan kode etik masing-masing.
Protes Pembatasan Waktu Pemeriksaan Saksi
Persidangan juga sempat memanas saat majelis hakim mengatur durasi pemeriksaan saksi Dian Sandi yang dihadirkan JPU. Hakim ketua menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan jaksa untuk memeriksa saksi, dan jaksa menyebut membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Setelah mendengar kebutuhan waktu tersebut, hakim mempersilakan tim kuasa hukum dan terdakwa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Namun, pihak terdakwa keberatan jika waktu untuk mengajukan pertanyaan ikut dibatasi. Kuasa hukum menilai kebutuhan waktu pemeriksaan antara jaksa dan pihaknya tidak bisa disamakan, karena JPU menyatakan pemeriksaan sudah cukup, sedangkan pihak terdakwa masih memiliki sejumlah pertanyaan yang perlu diajukan kepada saksi.
Rangkaian persidangan ini menunjukkan bahwa perkara ijazah Jokowi masih menyimpan dinamika hukum yang tajam. Pertanyaan tentang penampilan Jokowi di masa muda, termasuk soal kumis dan kacamata, menjadi bagian dari upaya kuasa hukum menguji kredibilitas keterangan saksi dan dokumen yang dijadikan dasar perkara. Hingga berita ini diturunkan, sidang masih berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi berikutnya.
Sebagai catatan, Kuasa hukum Tifa tanya saksi Dumatno: Apa Jokowi pernah berkumis? [titlebase] bukan sekadar pertanyaan retoris, melainkan bagian dari strategi pembuktian yang menuntut kejelasan ingatan saksi. Publik pun menantikan bagaimana majelis hakim menilai seluruh keterangan yang disampaikan dalam persidangan ini, serta apakah pertanyaan-pertanyaan krusial seperti itu akan memengaruhi arah putusan akhir perkara.
