La Cerámica Tak Lagi Angker, Villarreal Makin Tenggelam di Kandang Sendiri
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Kekalahan 0-1 dari Espanyol pada laga pekan ke-11 LaLiga EA Sports 2026/2027 menjadi pukulan telak bagi villareal. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Estadio de la Cerámica pada Jumat malam, 30 Oktober 2026, armada asuhan Iñigo Pérez kembali gagal memetik poin penuh dan mempertegas tren negatif yang tengah melanda klub berjuluk Kapal Selam Kuning tersebut. Hasil ini membuat villareal baru mengoleksi empat poin dari lima pertandingan kandang pertamanya musim ini, sebuah catatan yang jauh dari standar klub yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tim paling sulit dikalahkan di kandang.
Gol tunggal Leandro Cabrera pada menit ke-60, memanfaatkan umpan Bryan Zaragoza, menjadi pembeda dalam pertandingan yang secara statistik didominasi tuan rumah. villareal menguasai bola hingga 62,8 persen dan melepaskan 14 tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang, namun tidak satu pun berbuah gol. Sebaliknya, Espanyol yang hanya mencatat 37,2 persen penguasaan bola dan lima tembakan justru tampil lebih efektif. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rentetan lima kekalahan beruntun tim tamu dan menjadi debut manis bagi pelatih baru Sergio García di bangku cadangan.
Krisis di Kandang Sendiri
Catatan empat poin dari lima laga kandang merupakan salah satu start terburuk villareal dalam sejarah modern klub. Rinciannya, satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Hanya pada musim 2018/2019 dan 2023/2024 The Yellow Submarine mencatat awal yang lebih buruk dengan torehan tiga poin pada rentang yang sama. Situasi ini menjadi sinyal alarm bagi manajemen dan suporter, mengingat La Cerámica yang dahulu menjadi benteng kokoh kini berubah menjadi ladang kehilangan poin.
Pelatih Iñigo Pérez kini menghadapi tugas berat untuk mengembalikan kepercayaan diri tim di hadapan pendukung sendiri. Sepanjang pertandingan melawan Espanyol, terlihat jelas bagaimana para pemain kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Pau Navarro, bek villareal, mengakui bahwa timnya masih lemah dalam menghadapi situasi permainan yang tertutup. “Kami menginginkan tiga poin dan gagal mendapatkannya. Kami melakukan banyak hal baik, tetapi kenyataannya kami harus jauh lebih kuat di kandang. Tidak mungkin pada menit ke-75 lapangan sudah terasa kosong,” ujarnya usai laga.
Dampak bagi Klasemen
Kekalahan ini membuat villareal tertahan di posisi ke-10 klasemen dengan 12 poin, sementara Espanyol mengoleksi 11 poin di posisi ke-12. Bagi tim tamu, kemenangan di La Cerámica menjadi suntikan moral yang besar setelah pergantian pelatih dari Manolo González ke Sergio García. Leandro Cabrera, pencetak gol kemenangan, menyebut golnya sebagai pelepasan beban. “Gol ini sangat berharga. Ini soal melepaskan beban yang kami pikul. Meraih poin dan keluar dari zona merah adalah hal yang sangat penting,” katanya.
Di sisi lain, kekalahan ini juga mencoreng catatan pertahanan villareal yang sebelumnya sempat menjadi andalan. Cedera yang dialami Gerard Moreno pada menit ke-18, yang kemudian digantikan Nicolas Pepe, turut memengaruhi daya gedor tuan rumah. Meski demikian, Iñigo Pérez menolak menjadikan cedera sebagai alasan. Ia menegaskan bahwa timnya harus segera berbenah dan menemukan solusi agar kembali kompetitif, terutama menjelang rangkaian laga berat yang akan datang.
Jadwal Padat Menanti
Selain kekalahan dari Espanyol, villareal juga harus mempersiapkan diri menghadapi jadwal padat. Tim cadangan, Villarreal II, dijadwalkan bertandang ke markas Real Zaragoza dalam lanjutan Tercera División Grupo 2 pada Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 21.00 waktu setempat di Estadio de la Romareda. Menariknya, Villarreal II saat ini memuncaki klasemen grup, sementara Zaragoza berada di posisi kedua. Laga ini menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk menunjukkan kualitas dan mungkin menawarkan solusi bagi masalah yang tengah dihadapi tim utama.
Bagi publik sepak bola Spanyol, situasi villareal menjadi perhatian utama. Klub yang bermarkas di Castellón ini dituntut untuk segera bangkit jika ingin tetap bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa. Dengan kualitas skuad yang dimiliki, termasuk nama-nama seperti Santi Comesaña dan Sergi Cardona, seharusnya The Yellow Submarine mampu tampil lebih konsisten. Namun, sepak bola tidak hanya soal kualitas di atas kertas, melainkan juga mentalitas dan kemampuan beradaptasi dengan tekanan.
Ke depan, Iñigo Pérez dituntut untuk segera menemukan formula terbaik agar La Cerámica kembali menjadi benteng yang menakutkan bagi lawan. Jika tidak, bukan tidak mungkin target musim ini akan semakin menjauh. Bagi villareal, waktu untuk berbenah kian sempit, dan setiap pertandingan kandang kini menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas para pemain.
Dengan segala dinamika yang ada, perjalanan villareal musim ini masih panjang. Namun, satu hal yang pasti: tanpa perbaikan signifikan, predikat tim papan atas akan semakin sulit dipertahankan. Suporter berharap Kapal Selam Kuning segera menemukan arah dan kembali menjelajahi lautan kompetisi dengan gagah, bukan tenggelam di kandang sendiri.
