Suyudi Ario Seto: Dari Biaya Ojol hingga Perang Narkoba dan Judi Online
Inforiau – 27 Oktober 2026 | JAKARTA — Nama suyudi ario seto kembali menjadi sorotan publik. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjukkan sisi humanis sekaligus ketegasan dalam memimpin institusi Polri. Dalam sepekan terakhir, berbagai gebrakan dan perhatian terhadap masyarakat ia tunjukkan, mulai dari menanggung biaya pengobatan korban kecelakaan hingga memimpin langsung pemberantasan narkoba dan judi online lintas negara.
Kepedulian suyudi ario seto terlihat saat dirinya menjenguk Hasan Syukur, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Hasan mengalami luka serius setelah terlindas mobil listrik BYD Atto 1 di kawasan Blok M. Melalui akun media sosial resminya, Kapolri menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan Hasan akan ditanggung hingga sembuh total.
“Menjenguk korban serta memberikan pendampingan moril dan materiil kepada pihak keluarga. Polri menjamin seluruh penanganan medis korban hingga sembuh total,” tulis Suyudi. Pengobatan Hasan ditangani langsung oleh Pusdokkes Polri dan Ditlantas Polda Metro Jaya. Bahkan, jika memungkinkan, korban akan dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R. Said Sukanto atau RS Polri Kramat Jati atas rekomendasi kepala rumah sakit.
Langkah humanis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Tak hanya itu, ketegasan suyudi ario seto dalam memberantas kejahatan juga menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (27/10/2026), Meutya mengapresiasi kinerja Kapolri yang belum genap sebulan menjabat namun sudah berhasil membongkar markas judi online (judol) dengan jaringan lintas negara.
“Kami meyakini sekali dengan kolaborasi yang akan kita giatkan lebih kuat lagi ke depan, maka kita dapat menekan angka judi online di tanah air,” ujar Meutya. Menurutnya, sinergi antara Komdigi dan Polri harus ditingkatkan untuk memberantas judi online yang telah meresahkan masyarakat. Data Komdigi mencatat sebanyak 5,15 juta konten negatif telah ditangani dalam periode 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026.
Tak hanya judi online, suyudi ario seto juga memimpin langsung perang terhadap narkoba. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah cepat Kapolri. Menurutnya, keterlibatan langsung Kapolri dalam operasi pemberantasan narkoba menjadi pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak boleh kalah dari sindikat narkotika.
“Saya mengacungi jempol dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Suyudi yang langsung tancap gas memimpin sendiri perang melawan jaringan narkoba di Tanah Air,” kata Habiburokhman. Ia menyoroti pengungkapan laboratorium gelap narkoba di Pidie, Aceh, penindakan pabrik tramadol ilegal lintas provinsi, hingga penggerebekan kampung-kampung narkoba yang selama ini sulit dijangkau.
Di sisi lain, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Rizki Faisal, meminta publik memberikan ruang kepada Kapolri untuk menata organisasi. Menurutnya, tudingan Indonesia Police Watch (IPW) mengenai Kapolri yang menyingkirkan kelompok tertentu perlu didukung fakta yang jelas. “Penilaian terhadap kepemimpinan Polri seharusnya melihat kebijakan, profesionalisme, dan hasil kerja yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Rizki juga mengingatkan agar narasi yang mempertentangkan Bareskrim dan Polda tidak mengaburkan tujuan penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa soliditas dan profesionalisme adalah yang dibutuhkan masyarakat saat ini.
Dengan berbagai langkah tersebut, suyudi ario seto membuktikan bahwa kepemimpinan Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada kepedulian terhadap rakyat kecil. Dari menanggung biaya pengobatan driver ojol hingga memimpin perang melawan narkoba dan judi online, Kapolri menunjukkan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
