Laba Bangun Kosambi Sukses Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun, Bukti Kawasan PIK2 Makin Dilirik Investor
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Kinerja PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (IDX: CBDK) sepanjang sembilan bulan pertama 2026 menorehkan catatan menggembirakan di tengah industri properti yang belum sepenuhnya pulih. Emiten pengembang kawasan Central Business District (CBD) PIK2 milik grup Agung Sedayu itu membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,82 triliun, naik 39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,31 triliun. Capaian ini menegaskan posisi Bangun Kosambi Sukses sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan kawasan komersial terpadu di Tanah Air.
Pendapatan perseroan turut tumbuh 11% menjadi Rp2,56 triliun. Penopang utama pertumbuhan berasal dari serah terima kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang melonjak 67% secara tahunan. Segmen ini menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan Bangun Kosambi Sukses, memperlihatkan bahwa penjualan lahan komersial masih menjadi mesin utama pendapatan perseroan.
Serah Terima Produk Komersial di Berbagai Area PIK2
Selain kaveling tanah komersial, perseroan juga mencatat serah terima sejumlah produk komersial di area PIK2, Tangerang. Produk tersebut antara lain SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Little Siam. Beragam produk ini memperkuat ekosistem kawasan yang dirancang sebagai pusat bisnis dan komersial berkelanjutan.
Per 30 September 2026, total aset Bangun Kosambi Sukses mencapai Rp22,4 triliun. Ekuitasnya naik 12% dibanding akhir 2025 menjadi Rp13,7 triliun, sementara perseroan memiliki kas bersih (net cash) sebesar Rp3,4 triliun. Perseroan juga masih mengantongi cadangan lahan (land bank) seluas 691 hektare untuk pengembangan proyek di kawasan CBD PIK2, menjadi modal penting bagi pertumbuhan jangka panjang.
Kinerja Kuartal III Melambat, Tetapi Prospek Tetap Dijaga
Meski kinerja sembilan bulan tumbuh, laju pada kuartal III-2026 terpantau melambat. Pada semester I-2026, Bangun Kosambi Sukses sudah membukukan laba Rp1,68 triliun dan pendapatan Rp2,2 triliun. Artinya, pada kuartal III-2026 saja laba perseroan sekitar Rp140 miliar dari pendapatan sekitar Rp360 miliar, lebih rendah dibanding kuartal III-2025 yang mencapai laba sekitar Rp790 miliar dari pendapatan sekitar Rp1,1 triliun.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, secara terbuka mengakui dinamika industri properti yang masih belum pulih sepenuhnya. Menurutnya, pencapaian hingga September 2026 mencerminkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan kinerja di tengah kondisi tersebut. Steven merupakan keponakan Sugianto Kusuma atau Aguan, bos Agung Sedayu Group, sementara CBDK sendiri adalah anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2.
NICE dan Hotel Hilton Jadi Katalis MICE
Selain penjualan properti, perseroan menyiapkan sejumlah katalis pertumbuhan. Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di PIK2 telah menggelar 51 acara dan jumlahnya diproyeksikan terus bertambah. Hotel Hilton PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan 271 kamar, ditargetkan beroperasi pada semester II-2027 untuk mendukung kegiatan MICE di kawasan tersebut.
Steven menambahkan, pertumbuhan lalu lintas di kawasan PIK2 akan terus berlanjut seiring peningkatan konektivitas melalui perkembangan Tol Kataraja. Dengan demikian, aktivitas MICE unggulan di tingkat nasional maupun internasional di kawasan PIK2 diharapkan semakin meningkat ke depan.
Berikut ringkasan kinerja keuangan Bangun Kosambi Sukses hingga September 2026:
| Indikator | 9M-2026 | 9M-2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp2,56 triliun | Rp2,31 triliun* | +11% |
| Laba bersih | Rp1,82 triliun | Rp1,31 triliun | +39% |
| Total aset | Rp22,4 triliun | – | – |
| Ekuitas | Rp13,7 triliun | – | +12% vs akhir 2025 |
| Kas bersih | Rp3,4 triliun | – | – |
Dengan land bank 691 hektare, kas bersih yang tebal, serta dukungan ekosistem kawasan yang terus berkembang, Bangun Kosambi Sukses tampak memantapkan langkahnya sebagai pengembang kawasan bisnis terpadu. Meski tantangan industri properti belum sirna dan laju kuartal III perlu dicermati, kombinasi penjualan kaveling komersial, pengembangan produk komersial, serta persiapan fasilitas MICE melalui NICE dan Hotel Hilton PIK2 memberikan fondasi yang cukup kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan perseroan ke depan.
