PSIS vs Persikad Depok Berakhir Tanpa Gol, Mahesa Jenar Makin Terpuruk di Kandang Sendiri
Inforiau – 02 November 2026 | Laga psis vs persikad depok dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 berakhir antiklimaks bagi tuan rumah. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Minggu (1/11/2026), PSIS Semarang harus puas berbagi satu poin setelah ditahan imbang Persikad Depok dengan skor kacamata 0-0. Hasil duel psis vs persikad depok ini menjadi pukulan tersendiri bagi Laskar Mahesa Jenar yang terus memburu kemenangan di pekan kedelapan Grup A tersebut.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. PSIS yang mengusung misi memangkas jarak poin dengan pesaingnya tampil dominan dan menciptakan sejumlah peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat tim besutan Widodo Cahyono Putro gagal memanfaatkan momentum bermain di kandang. Duel psis vs persikad depok pun berakhir tanpa gol, meski tuan rumah nyaris mencetak angka lewat sejumlah momen krusial.
Salah satu peluang terbaik PSIS hadir pada menit ke-38 melalui titik putih. Striker Felipe Cadenazzi yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya dimentahkan kiper Persikad, Dafa Al Gasemi. Peluang lain datang di menit ke-89 lewat tendangan keras kaki kiri Jonathan Bustos, tetapi bola hanya membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 bertahan dan kedua tim harus puas berbagi angka.
Hasil imbang dalam laga psis vs persikad depok ini memperpanjang catatan kurang menggembirakan PSIS. Tim kebanggaan warga Kota Semarang itu kini melewati empat pertandingan tanpa kemenangan, dengan rincian dua hasil imbang dan dua kekalahan. Sebelumnya, PSIS sempat mencatat kemenangan atas Persiku Kudus dan Adhyaksa FC Bekasi, tetapi tren positif itu terhenti setelah takluk dari Persiraja Banda Aceh dan bermain imbang melawan PSGC Ciamis.
Pelatih Widodo Cahyono Putro mengaku sangat kecewa dengan hasil ini. Menurutnya, ia adalah pihak yang paling merasakan kekecewaan atas gagalnya tim meraih poin penuh. Meski begitu, ia menilai para pemain telah berusaha maksimal dan menjalankan skema latihan dengan baik, termasuk dalam menciptakan banyak peluang. Persoalan utama yang dihadapinya adalah ketajaman lini depan yang belum kunjung membaik.
“Orang yang paling kecewa dengan hasil laga tadi tentu saja saya. Saya sangat berharap kami bisa memenangkan pertandingan ini, tetapi hasil akhirnya 0-0,” ujar Widodo usai pertandingan. Ia juga menyatakan siap bertanggung jawab dan menyerahkan segala keputusan evaluasi kepada manajemen klub, sebagaimana lazimnya dalam sepak bola profesional.
Dukungan moral datang dari Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang hadir langsung menyaksikan pertandingan. Ia meminta seluruh elemen tim tidak larut dalam kekecewaan dan menjadikan hasil imbang ini sebagai bahan evaluasi untuk berbenah. Menurutnya, kekompakan serta kepercayaan diri menjadi modal penting bagi PSIS untuk kembali bersaing dan memperbaiki hasil pada laga-laga berikutnya.
“Hasil imbang hari ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi PSIS Semarang untuk terus berbenah dan meningkatkan performa ke depan. Saya mengapresiasi perjuangan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial yang telah bekerja keras di lapangan,” tutur Iswar.
Dari kubu Persikad Depok, pelatih Achmad Zulkifli bersyukur timnya mampu mencuri satu poin di kandang lawan. Ia mengakui pertandingan berjalan sangat berat karena harus menghadapi tekanan tinggi tuan rumah. Strategi menahan diri dan mengandalkan serangan balik yang disiapkannya terbukti efektif meredam dominasi PSIS sepanjang laga.
Sementara itu, pemain PSIS Fitrah Ridwan menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung atas hasil imbang ini. Ia menegaskan para pemain telah berjuang maksimal, meski hasil akhir tidak sesuai harapan. Kini, PSIS dituntut segera bangkit dan menemukan kembali ketajaman penyelesaian akhir agar mampu bersaing di papan klasemen Grup A.
Secara keseluruhan, duel psis vs persikad depok menjadi cermin persoalan yang tengah dihadapi Mahesa Jenar: dominasi permainan belum berbanding lurus dengan produktivitas gol. Jika masalah penyelesaian akhir tak segera diatasi, tren tanpa kemenangan berpotensi terus berlanjut dan mengancam ambisi tim untuk bersaing di papan atas. Evaluasi menyeluruh, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain, menjadi kunci bagi PSIS untuk kembali ke jalur kemenangan pada pekan-pekan mendatang.
