Moda Transportasi Massal dan Alasan Klasik

Selasa, 05 November 2019 13:58:38
Moda Transportasi Massal dan Alasan Klasik
Instagram/Trans Metro Pekanbaru

"Ayo naik bus biar ga enggak bikin macet", jika sudah pernah menaiki busway, ataupun sekedar melihat busway, tentunya tahu dengan jargon ini.

Pemerintah seolah menyeru masyarakatnya untuk menggunakan transportasi umum, sedangkan pada kenyataannya masyarakat kita rata-rata hampir memiliki kendaraan pribadi, yang mana itu lebih efisien dan efektif.

Sebelumnya, saya ingin sedikit mengutip sebuah pepatah bahwa, "Kota yang maju bukanlah tempat dimana orang miskin mempunyai mobil, melainkan dimana orang kaya menggunakan transportasi umum". Berdasarkan itu, kesimpulan dangkalnya ialah negara kita belum maju.

Kembali ke jargon tadi, kenapa pemerintah begitu menggalakkan masyarakat untuk menaiki transportasi umum. Sederhana saja, agar negara kita bisa menjadi negara maju, terlepas dari aspek lain.

Tapi kenapa masyarakat masih belum banyak menaiki transportasi umum. Pendapat yang paling dominan karena naik transportasi umum tidak efektif dan cenderung memakan waktu yang lama dibanding dengan kendaraan pribadi.

Pendapat umum seperti itu seolah masih belum terbukti, apakah mereka yang berasumsi seperti itu sudah pernah mencoba untuk menggunakan transportasi umum. ham

Saya sedikit ambil contoh, di kampus saya, mahasiswa kebanyakan naik kendaraan pribadi dibanding naik busway atau kendaraan umum lain. Dari contoh ini, hipotesa yang bisa kita tangkap, bahwasanya mungkin akan sangat jarang mahasiswa yang telat masuk kelas, atas dalih kendaraan pribadi yang lebih efektif dari kendaraan umum.

Namun, dari pengamatan saya tetap saja mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi ada yang terlambat. Jadi dalih kendaraan pribadi lebih efisien dari kendaraan umum bisa terbantahkan.

Paparan mengenai keunggulan dari transportasi umum sudah banyak diulas oleh para pengamat tata kota. Bukti konkretnya juga bisa dilihat di negara-negara maju.

Transportasi umum benar bisa mengatasi masalah kemacetan, mengurangi kadar polusi udara akibat asap kendaraan, menambah pemasukan daerah, dsb. Sudah banyak yang mengulas perihal dampak baik dari pengunaan transportasi umum.

Tulisan ini berangkat dari realita yang baru-baru ini saya ketahui. Perihal transportasi umum (Transportasi Metro Pekanbaru) yang makin hari sepi peminat, serta beberapa polemik internal.

Mungkin saya belum punya solusi konkret perihal masalah tersebut. Juga saya tidak mungkin bisa merubah mindset masyarakat melalui paparan singkat ini.

Saya masih cuma bisa berharap kedepannya lalu lintas kota-kota di Indonesia bisa se-ideal seperti negara-negara maju.

Terakhir, satu pesan saya kepada masyarakat yang belum menggunakan transportasi umum, coba saja terlebih dahulu, hingga kita bisa merasakan sendiri bagaimana lalu lintas yang selayaknya kita nikmati. ham

KOMENTAR