Silaturrahim Gagasan di Sumatera, Arief Rosyid: Kader Golkar Harus Menjadi Penggerak Kedaulatan Energi dan Politik Orang Muda

Senin, 22 Juni 2026 11:01:53
Silaturrahim Gagasan di Sumatera, Arief Rosyid: Kader Golkar Harus Menjadi Penggerak Kedaulatan Energi dan Politik Orang Muda
Arief Rosyid Hasan.

PEKANBARU, Inforiau.co - Dalam rangkaian Silaturrahim Gagasan di Sumatera, Sekretaris Akademi Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Arief Rosyid Hasan, melakukan pertemuan dengan para senior Partai Golkar dan sahabat-sahabat AMPI di dua provinsi strategis Indonesia.

Pada 19 Juni 2026, Arief bersilaturrahim dengan para senior Golkar Sumatera Selatan dan kader AMPI Sumsel di Palembang. Kemudian pada 21 Juni 2026, Arief melanjutkan agenda serupa di Pekanbaru bersama para senior Golkar Riau dan kader AMPI Riau.

Menurut Arief, Sumatera Selatan dan Riau memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan nasional karena merupakan daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, baik di sektor mineral dan batubara maupun minyak dan gas bumi. Karena itu, kedua provinsi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung agenda ketahanan energi, hilirisasi industri, dan transisi energi yang sedang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sumatera Selatan dan Riau bukan hanya daerah penghasil sumber daya alam, tetapi juga daerah yang akan sangat menentukan masa depan kedaulatan energi Indonesia. Karena itu, para kader Golkar dan AMPI di daerah harus memahami arah besar pembangunan nasional yang sedang dijalankan Presiden Prabowo,” ujar Arief.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tokoh yang berada di garis depan dalam menjalankan agenda tersebut adalah Bahlil Lahadalia, yang saat ini mengemban amanah sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

Menurut Arief, di bawah arahan Presiden Prabowo, Kementerian ESDM sedang bekerja memastikan amanat Pasal 33 UUD 1945 benar-benar diwujudkan melalui penguatan ketahanan energi nasional, peningkatan produksi migas, percepatan hilirisasi mineral dan batubara, pengembangan energi baru terbarukan, serta penataan tata kelola pertambangan dan sumur rakyat yang lebih berkeadilan.

“Ketum Bahlil sedang menjalankan peran strategis sebagai panglima sektor energi nasional. Beliau memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Arief.

Dalam berbagai diskusi yang berlangsung di Sumsel dan Riau, para peserta juga menyoroti besarnya potensi daerah dalam mendukung agenda hilirisasi dan ketahanan energi nasional, mulai dari sektor migas, batubara, perkebunan, hingga energi baru terbarukan. Para peserta menilai bahwa keberhasilan agenda tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan generasi muda.

Arief menegaskan bahwa keberhasilan agenda ekonomi nasional tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Diperlukan kader-kader politik yang memahami persoalan bangsa dan mampu menjadi penghubung antara kebijakan negara dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader Golkar dan AMPI untuk mengambil peran lebih besar sebagai aktor utama pembangunan nasional.

“Kader Golkar tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Kita harus menjadi penggerak. Kita harus hadir sebagai pengusaha, profesional, inovator, legislator, kepala daerah, dan pemimpin masa depan yang mampu mengelola kekayaan bangsa untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Arief juga mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Partai Golkar sejak awal berdirinya adalah kaderisasi dan kemampuannya melahirkan pemimpin-pemimpin yang bekerja nyata di tengah masyarakat. Karena itu, penguatan kaderisasi hingga tingkat desa harus terus menjadi prioritas agar lahir generasi baru pemimpin Indonesia yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada umat dan bangsa.

“Kita ingin memastikan orang muda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek utama pembangunan. Mereka harus menjadi pemain utama dalam ekonomi dan politik Indonesia. Inilah semangat yang harus terus dihidupkan oleh Golkar dan AMPI di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menutup rangkaian Silaturrahim Gagasan di Sumatera, Arief mengajak seluruh kader Golkar dan AMPI untuk terus menjaga soliditas organisasi, memperkuat jejaring pengabdian, serta mengawal agenda strategis Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara energi, maju secara ekonomi, dan kuat secara politik.

“Ketahanan energi, hilirisasi, dan transisi energi bukan hanya agenda pemerintah, tetapi agenda kebangsaan. Dan Golkar harus menjadi salah satu kekuatan utama yang memastikan cita-cita besar tersebut berhasil demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya. (irg)

KOMENTAR