Jalan Langgam-Rantau Baru Putus Diterjang Banjir

Senin, 18 Januari 2016 22:22:49 1004
Jalan Langgam-Rantau Baru Putus Diterjang Banjir
Langgam, inforiau.co - Banjir yang melada beberapa kawasan di wilayah Kabupaten Pelalawan, hampir dua bulan belakangan ini belum menunjukan tanda-tanda akan surut, bahkan cendrung naik, dari prediksi warga yang tinggal dibantaran sungai kampar, ketinggian air setiap harinya naik 2-4 cm. Sejauh ini, akibat banjir, sejumlah akses jalan umum putus diterjang banjir.
 
"Untuk jalan umum menuju desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci akses jalan ini tak bisa dilalui kedaraan bermotor hampir dua bulan belakangan ini. Untuk mengankut kebutuhan sehari-hari (sembako,red) yang di datangkan dari ibu kota Pangkalan Kerinci, warga terpaksa mengunakan fasilitas kendaraan berupa pompong, sampan,"jelas Nasir (46) warga Desa Ratau Baru yang dijumpai media saat belanja sembako di Pasar Baru Pangkalan Kerinci, Ahad (17/1).
 
Disampai Nasir, kondisi jalan umun ini putus sangat berdampat dengan melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Ini desebkan ongkos yang dikeluarkan pedangang bertambah.
 
"Ya, naik semua, sebab ongkos yang ditanggung untuk paket pengiriman mengunakan jasa pompong sedikit mahal bila dibandingkan jalan darat, ongkos yang ditanggung pedangang  belum  termasuk bongkar muat barang,"ujarnya.
 
Saat disinggung gangguan kesehatan yang dialami warga, selama banjir, Nasir menuturkan, sejauh ini banjir memang belum terlalu berdampat terhadap kesehatan warga.
 
"Biasanya pasca banjir, warga mulai terjangkit penyakit kulit, berupa gatal-gatal, kudis serta diare. Penyakit ini biasa menyerang anak-anak. Sejauh ini belum ada laporan warga tentang gejala itu,"jelasnya lagi.
 
Lain halnya yang menimpa warga kecamatan Langgam, kendati akses jalan darat milik Pemkab Pelalawan putus diterjang banjir, namun tidak menghambat aktipitas akses jalan darat, sebab akses jalan masih bisa memanfaatkan ponton milik perusahaan untuk menyebarangi sungaikampar yang mencapai 300 meter.
 
"Untuk banjir tahun ini tidak begitu parah. Memang akses jalan darat-via Jembatan Langgam milik Pemdakab Pelalawan putus, warga masih bisa melewati ponton. Kendati antri sampai berjam-jam, namun masih bisa menyebrang,"ungkap Paman (35) warga Kelurahan Langgam, seraya menambahkan jika kondisi dan curah hujan kenbali tinggi dirinya khawatri akses jalan ponton ini juga tidak bisa dilalui.
 
Sampai berita ini diturunkan, dari informasi yang dihimpun dari keterangan masyarakat, aparat kecamatan, pemerintah kabupaten, belum turun memantau kondisi kesehatan masyarakat akibat banjir, begitu juga bantuan obat-obatan, serta bantuan sembako. APR

KOMENTAR