Komponen Aspal dari Karet, Syahrul Aidi Minta Dibuatkan Perpres atau Permen PUPR

Selasa, 03 Desember 2019 09:16:15 262
Komponen Aspal dari Karet, Syahrul Aidi Minta Dibuatkan Perpres atau Permen PUPR
Syahrul Aidi saat memaparkan usulannya di sidang Komisi V DPR RI

Jakarta, Kanalsumatera.com - Kondisi petani karet saat ini sangat memprihatinkan. Sudah tahunan harga karet selalu di bawah harga normal. Kondisi itu terus diperjuangkan oleh H Syahrul Aidi Maazar Lc MA selaku anggota DPR RI Dapil Riau 2 di senayan.

Syahrul Aidi mengapresiasi ketika presiden berinisiatif untuk menjadikan bahan baku karet sebagai komponen aspal dalam pembangunan infrastruktur jalan. Itu harus didukung penuh.

Dalam rapat kerja dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kepala BMKG, Kepala BNPB, Kakorlantas Polri dalam persiapan natal 2019 dan tahun baru 2020 pada Senin (2/12/2019), menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah.

"Saya mendengar kemaren rencana pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk membangun jalan daerah. Saya juga dapat informasi sudah dicoba oleh Kementerian PUPR lebih kurang 93 kilometer jalan aspal dengan campuran karet," katanya dalam rapat tersebut.

Untuk menindaklanjuti program tersebut, Syahrul mendorong pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk secepatnya menerbitkan peraturan menteri (Permen) atas rencana tersebut.

"Untuk itu kami meminta Pak Menteri untuk membuat peraturan menteri (Permen) agar seluruh jalan di Indonesia ini dicampurkan dengan karet, kalau memang hasil penelitiannya dengan cara itu hasil kualitas jalannya jauh lebih baik," tambah politisi PKS itu.

Syahrul menuturkan, jika rencana ini direalisasikan pemerintah dengan menyebutkan regulasi. Maka efeknya sangat luar biasa, baik dari kualitas jalan baik juga secara ekonomi masyarakat khususnya daerah penghasil karet seperti Sumatera juga akan jauh kebih baik.

"Jadi efeknya sangat luar biasa, selain kualitas jalan kita baik juga ekonomi masyarakat kita di Sumatera khususnya Riau sangat baik . Tapi sekarang ini belum ada regulasinya. Tapi kalau sudah ada regulasi dalam bentuk Perpres atau Permen ini sangat baik," ucapnya optimis. ***

KOMENTAR