Tawaran Rp589 Triliun Elon Musk Ditolak Pangeran Arab Saudi

Sabtu, 16 April 2022 12:11:05
Tawaran Rp589 Triliun Elon Musk Ditolak Pangeran Arab Saudi
Elon Musk

Inforiau - Pangeran Al-Waleed bin Talal menolak mentah-mentah penawaran Elon Musk sekitar US$41 miliar atau Rp589,03 triliun (US$1=Rp14.366,75) untuk Twitter.
Pangeran Alwaleed selaku salah satu pemegang saham terbesar Twitter mengumumkan penolakan tersebut melalui kicauan di akun Twitter pribadinya.

"Saya tidak percaya bahwa tawaran yang telah diajukan oleh @elonmusk (US$54,20) mendekati nilai intrinsik dari Twitter jika melihat prospek pertumbuhannya," cuit Alwaleed melalui akun @Alwaleed_Talal pada Kamis (14/4).

"Menjadi salah satu pemegang saham terbesar untuk Twitter dalam jangka panjang, Kingdom Holding Co. & saya menolak tawaran ini," lanjut sang pangeran.

Sementara itu, menanggapi penolakan Alwaleed, Musk langsung membalasnya di fitur reply dengan menyinggung tentang riwayat hak kebebasan berbicara di Arab Saudi.

"Menarik. Hanya dua pertanyaan, jika diperbolehkan [untuk bertanya]," jawab Musk membalas kicauan Alwaleed pada Jumat (15/4).

"Seberapa besar kepemilikan Kerajaan [Saudi] terhadap Twitter, langsung mau pun tidak langsung? Apa pandangan dari Kerajaan terhadap hak kebebasan berpendapat pada jurnalis?," sambung Musk.

Sampai saat ini (16/4), pihak Alwaleed belum merespon secara resmi dan terbuka perihal pertanyaan dari Musk tersebut.

Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud adalah sosok yang memimpin Kingdom Holding Company (KHC), konglomerasi berbasis Riyadh yang pertama kali membeli saham Twitter pada 2011, sebelum membuka penawaran saham publik untuk pertama kalinya pada 2013.

KHC juga diketahui memegang saham besar di berbagai bisnis lain termasuk jaringan hotel Four Seasons, Uber, Lyft, dan juga Citigroup.

Melansir dari New York Post pada Kamis (14/4), nilai saham Twitter dilaporkan mengalami kenaikan pada awal hari di Wall Street.

Namun, nilai tersebut malah terus mengalami penurunan keuntungan dan berakhir turun 1.7 persen pada nilai US$45,08 sejak saat itu.

Pada Kamis (14/4), Anggota Dewan Twitter dikabarkan mengadakan pertemuan untuk membahas penawaran dari Musk.

Berdasarkan data yang dirujuk dari Reporters Without Borders, Arab Saudi adalah salah satu negara yang memiliki ranking terendah di dunia untuk hak kebebasan pers.

Salah satu contoh kasus adalah pembunuhan jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi, yang disetujui Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, menurut intelijen AS.

Latar belakang keinginan Musk berinvestasi di Twitter karena platform tersebut ia nilai memiliki potensi sebagai wadah kebebasan berbicara.

"Saya berinvestasi di Twitter karena saya percaya pada potensinya untuk menjadi platform kebebasan berbicara di seluruh dunia, dan saya percaya kebebasan berbicara adalah keharusan sosial untuk demokrasi yang berfungsi," tulis Musk dalam sebuah surat kepada Ketua Twitter Bret Taylor.

"Penawaran saya adalah penawaran terbaik dan terakhir dari saya. Jika tidak diterima, saya perlu mempertimbangkan kembali posisi saya sebagai pemegang saham," ujar Musk.*

KOMENTAR