Tiga Potong Hati

Sabtu, 26 Agustus 2017 11:49:03 507
Tiga Potong Hati
ilustrasi- padi semakin berisi semakin menunduk

Oleh: Saidul Tombang

 

Setiap manusia punya sepotong hati. Itulah pembentuk pribadi, sebagai sublimasi sikap diri. Terbuat apakah potongan hati ini? Ada yang punya potongan hati tanah. Potongan hati yang paling mulia. Diserang segala penyakit, dirayu iri dan dengki, dibuai sombong dan bangga, dilenakan benci dan sakit hati, yang namanya tanah tetap akan menumbuhkan benih. Tetap akan menutrisi apa yang tumbuh di atasnya.

Potongan kedua adalah hati besi. Hati yang sangat keras. Hati yang melawan. Berdenting bila dipaksakan. Namun bila sampai ke pandai besi, hati yang keras bisa meleleh, bahkan mampu membentuk barang berguna. Menjadi keris, pisau, anak panah, dan lainnya.

Potongan ketiga adalah hati batu. Tetap hati yang keras. Berdentang bila beradu. Tak mudah dijinakkan. Namun tidak sekuat besi. Tapi, hati batu adalah hati yang rapuh. Hati batu penuh amarah yang tak sudah. Hati batu menyimpan dendam dan tak padam. Meskipun dia pecah, tapi pecahannya masih mampu melukai kulit, mengucurkan darah. Begitulah hati yang mendiami tubuh manusia.

Seperti kata Allah, di dalam setiap tubuh manusia ada segumpal darah. Bila gumpalan itu sehat maka sehatlah segalanya. Bila gumpalan itu sakit maka sakitlah segalanya. Dan gumpalan darah itu adalah hati. Apa jenis hati yang kita miliki? Pilihan utananya tentu hati tanah. Kalaupun tak bisa bolehlah hati besi. Asal jangan sampai hati batu.***

#daribalikkelambuyangpengap

KOMENTAR