20 Juta Liter Air Siram Lahan Riau

Selasa, 23 Agustus 2016 21:36:49 565
20 Juta Liter Air Siram Lahan Riau
Pekanbaru, inforiau.co - Kabakaran lahan dan hutan di Riau masih terus berlangsung. Untuk memadamkan lahan yang terbakar, Satgas Pencegahan Kahutla Riau terus melakukan pemadaman melalui udara. Sedikitnya sudah 20 juta liter air dijatuhkan dari udara dengan menggunakan helikopter dan pesawat bom air (Waterbombing).
 
Untuk memaksimalkan pemadaman kebakaran lahan dan hutan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat kembali menambah satu helikopter lagi jenis Bolco. Artinya, sudah ada empat heli waterbombing diperbantukan ke Riau, ditambah dua pesawat Air Tractor. "Sore ini helikopter jenis Bolco bergabung dengan Satgas Karhutla Riau. Heli ini akan di pergunakan untuk patroli udara dan bisa juga membawa 500 liter air untuk water bombing," ungkap Kepala BPBD Riau, Edward Sanger, Senin (22/8) petang.
 
Tidak cuma itu, BNPB juga berencana mendatangkan pesawat untuk Tekhnologi Modifikasi Cuaca (TMC) alias pembuat hujan buatan, Kamis mendatang. "Fokus kita pemadaman, terutama di daerah Rohil dan Bengkalis. Di sana masih terjadi kebakaran," katanya.
 
Hingga kini, sudah ada sekitar 20 juta liter air dijatuhkan dari udara untuk memadamkan kobaran api, diantaranya di Labuhan Tangga Besar, Rohil. Hal serupa juga dilakukan di Tasik Serai Kabupaten Bengkalis serta daerah Bonai, Kabupaten Rohul. "Untuk modifikasi cuaca, kita ada cadangan garam sebanyak 10 ribu kilogram. Untuk total yang sudah ditabur sebanyak 40 kali sortie dengan jumlah keseluruhan 40 ribu kilogram," lanjut Edward.
 
Sampai sekarang, sudah 2.708 hektar lahan di Riau terbakar (Januari hingga saat ini, red). Ini dipicu lantaran masih adanya orang-orang yang membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi tersebut, seperti dilansir goriau, diperparah dengan musim kemarau yang melanda hampir semua kawasan di Riau.
 
"Perkiraan tingkat kemudahan terjadinya Kebakaran wilayah Riau secara umum dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Sedangkan untuk wilayah Riau bagian utara dalam kategori sangat mudah terbakar," tutupnya. 
 
Pekanbaru Waspada
 
Kebakaran lahan di sejumlah kecamatan di Kota Pekanbaru mulai mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru menetapkan siaga dan waspada kebakaran lahan.
 
Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemadam kebakaran (BPBD-Damkar) Kota Pekanbaru, Burhan Gurning di Pekanbaru. "Belakangan ini memang ada peningkatan kebakaran lahan di Pekanbaru dari biasa," ujarnya.
 
Burhan Gurning menjelaskan, penetapan siaga dan waspada  kebakaran lahan dan hutan (karlahut) ini mengingat adanya peningkatan jumlah kebakaran lahan di Pekanbaru dua pekan terakhir. Bahkan sehari bisa mencapai empat kejadian atau lokasi berbeda. 
 
Peningkatan ini karena iklim dan cuaca yang menunjang, yaitu kemarau dan panas udara yang rata-rata di atas 32 derajat Celsius membuat lahan kosong mudah tersulut api. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan TNI selaku tim penanggulangan kebakaran karlahut menetapkan Pekanbaru dalam pantauan kewaspadaan dan siaga.
 
Menurut Gurning, tiga hari lalu pihaknya telah melakukan pemadaman atas empat titik lahan sekaligus. Lahan tersebut memang sengaja dibakar untuk membersihkan. Karena ditemukan pelakunya dan langsung diproses sesuai jalur hukum. "Ada di belakang Hotel Ibis, Darma Bhakti, Rumbai," kata Gurning mencontohkan.
 
Gurning menambahkan, pihaknya sejak Januari sudah melakukan pemadaman kebakaran lahan pada 40 kasus. "Belakangan meningkat kebakaran lahan, sudah 40an,  yang terbanyak kejadiannya dua Pekan ini," tegasnya dikutip antara.
 
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar ikut mewaspadai api di sekitarnya. Dilarang membakar lahan ataupun sampah karena rawan menyulut dan meluas ke sekitarnya. "Jangan ada yang membakar lahan termasuk sampah agar diawasi," katanya.
 
Belum Ada Perusahaan Jadi Tersangka
Sepanjang tahun ini, Kepolisian Daerah Riau telah menetapkan 85 orang tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla). Seluruh tersangka adalah warga petani atau pemilik lahan dan tidak satupun tersangka merupakan perusahaan.
 
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, kasus ditangani oleh 11 polres yang ada di wilayah hukum Polda Riau. Sebagian besar kasus ini telah dilimpahkan ke kejaksaan dan dinyatakan telah lengkap (P21). "Penanganan penegakan hukum Karhutla hingga Agustus telah menjerat 85 tersangka yang ditangani 11 Polres se-Riau," kata Guntur di Pekanbaru, Senin (22/8).
 
Polres Dumai paling banyak menangani perkara ini dengan jumlah 18 tersangka. Sementara Polres Bengkalis 5 tersangka. Sementara Polres enam tersangkan Rokan Hilir 12 tersangka dan Polres Pelalawan 9 tersangka.
 
Polres Indragiri Hulu dan Polres Meranti masing-masing menetapkan 7 tersangka, serta Polres Indragiri Hilir, Polresta Pekanbaru Polres Rokan Hulu, Polre Kampar, masing-masing dua tersangka. Sementara Polres Siak ada satu tersangka.
 
Jumlah tersangka yang ditetapkan ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Tahun lalu, Polda Riau menetapkan 79 tersangka. Untuk tersangka tahun ini, seluruhnya adalah petani dan pemilik lahan. Menurut Guntur, belum ada dari perusahaan yang jadi tersangka pembakar hutan dan lahan.IR

KOMENTAR