Abrasi Meluas, Jalan Terputus, Rumah Warga dan Jembatan Gantung Terancam

Sabtu, 21 Desember 2019 22:06:06 680
Abrasi Meluas, Jalan Terputus, Rumah Warga dan Jembatan Gantung Terancam
Syahrul Aidi saat mengunjungi kondisi abrasi sungai kampar di Desa Gobah

KAMPAR, INFORIAU.co - Dua kali sudah banjir menerpa, mengakibatkan kerugian masyarakat yang tiada terhingga, padi dan ladang kembali pula gagal panen, dan terlebih lagi, jalan yang menelusuri pinggiran sungai kampar satu persatu mulai terputus yang mengakibatkan akses masyarakat kian terhalang.

Kini, jalan seolah bukan menjadi prioritas lagi untuk dipertahankan keselamatannya, melainkan keberadaan rumah warga yang bermukim dipinggiran sungai kampar tersebut, salah satu contohnya di Desa Gobah Kecamatan Tambang, Kampar-Riau.

Bibir sungai kampar yang dulu keberadaannya masih jauh dari permukiman warga, kini seolah telah memberi tanda sinyal merah. Akibat terpaan air sungai kampar yang mengalir sangat deras saat banjir datang, membuat bibir sungai kampar kian meluas dan kini sudah mendekati rumah warga setempat.

Masih lekat diingatan, dimana dulunya sungai kampar yang melintasi Desa Gobah ini sangat elok untuk dipandang, namun setelah dua kali banjir menerpa dalam setahun ini membuat bibir-bibir sungai kampar yang melintas di Desa Gobah berubah menjadi Horor.

Pemandangan pun sudah tak elok lagi dipandang, sungai kampar yang dulunya tempat paforit warga untuk bersantai disore hari kini berubah menjadi sebuah jurang yang sangat mengerikan.

Tidak hanya sampai disitu saja, pondasi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Gobah dengan desa tetangga pun mulai terancam, terpaan derasnya aliran sungai kampar saat banjir kemarin membuat jarak antara bibir sungai kampar dengan pondasi jembatan hanya menyisakan beberapa meter saja.

Melihat kondisi yang kian memperihatinkan ini, Erpandah selaku Kepala Desa Gobah dalam keterangannya telah melakukan usulan pembangunan turap melalui proposal yang ditujukan ke Kementrian PU RI beberapa waktu lalu untuk dapat dianggarkan di APBN Tahun 2020 mendatang.

"Kita sudah usulkan beberapa kali, namun belum ada realisasinya. Apa yang menjadi harapan kita adalah segera terealisasinya pembangunan turap di Desa Gobah ini melalui APBN 2020 mendatang, karena saat ini terlihat tebing yang merupakan penyangga desa, sudah mulai roboh akibat abrasi air sungai Kampar," ungkap Erpandah.

Erpandah juga menjelaskan, abrasi yang terjadi di Desa Gobah sudah sangat mengkhawatirkan dan kian meluas. "Pembangunan turap ini jelas sangat kita harapkan bersama, karena abrasi sungai kampar sudah sangat mengkhawatirkan, tidak hanya lagi jalan umum, melainkan rumah warga serta jembatan gantung yang menghubungkan Desa Gobah dengan Desa lainnya," tukasnya.

Dilain kesempatan, salah seorang Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau, Syahrul Aidi Lc MA saat mengunjungi kondisi akibat abrasi sungai kampar di Desa Gobah, Sabtu (21/12,19) menyebutkan bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air agar kondisi abrasi sungai kampar yang terjadi secepatnya ditangani.

"Kita telah berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air agar kondisi abrasi sungai kampar yang terjadi secepatnya ditangani. Namun kita juga menyayangkan bahwa untuk kegiatan tahun 2020 di Kampar ini hanya satu titik (pembangunan tirap), hal ini terjadi karena kita belum ikut membahas," terang politisi dari Fraksi PKS ini.

Namun dikesempatan yang sama, Syahrul Aidi mengaku bahwa ia akan mengambil dua buah langkah yang akan ia lakukan, diantaranya ialah melakukan koordinasi dengan BNPB, dimana menurutnya ada dana dalam bentuk hibah ke BPBD Kabupaten Kampar dan kemudian kalau dapat dana itu didapatkan, itu bisa dialokasikan ke pembangunan turap pada tahun 2020.

"Mudah-mudahan, dan mari kita sama-sama mendoakan agar kita dapat mengakses dana hibah tersebut dan tidak menunggu program kegiatan reguler dari Kementrian PUPR, tetapi secepatnya kita akan bisa membangun melalui dana hibah dari BNPB tersebut," terang Syahrul. ***

KOMENTAR