Anjungan Riau Kenalkan Budaya Lewat Festival Lagu dan Tari Melayu

Kamis, 06 Oktober 2016 10:54:19 1413
Anjungan Riau Kenalkan Budaya Lewat Festival Lagu dan Tari Melayu
Kepala UPT Anjungan Riau, TMII Cecep Iskandar bersama dewan juri dan peserta festival lagu melayu

Jakarta, inforiau - Sebagai pusat mempromosikan Kebudayaan Melayu Riau di pusat, UPT Anjungan Riau gencar menggelar kegiatan-kegaitan yang berkaitan budaya agar terus dilestarikan dan dikenal masyarakat luas.

Salah satu bentuk kegiatan budaya yang diselenggarakan Anjungan Riau Sabtu 3 Oktober 2016, adalah Festival Tari dan Tari Melayu. Peserta lomba yang berasal dari berbagai sekolah dan sanggar diklat Anjungan dari provinsi lain diwajibkan membawakan lagu dan tari melayu yang telah ditentukan panitia penyelenggara.

Para peserta tampil begitu serius menyanyikan lagu-lagu serta membawakan tari melayu. Pasalnya selain sebagai ajang promosi budaya Riau, pihak panitia juga memberikan penghargaan bagi peserta terbaik berdasarkan hasil penilaian dewan juri. Usai perlombaan, di hari yang sama penghargaan berupa uang tunai. Sertifikat dan piagam tersebut langsung diserahkan kepada pemenang oleh Kepala UPT. Anjungan Riau, TMII Cecep Iskandar.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau, Doni Aprialdi menyebutkan kegiatan tersebut sebagai upaya mempromosikan dan menperkenalkan, baik wisata maupun budaya yang berasal dari Riau kepada masyarakat secara luas. Karena menyelenggaraan kegiatan itu merupakan salah satu tugas dari intansi yang ia pimpin saat ini.

"Kita Badan Penghubung di Jakarta tentu saja punya tanggungjawab dan senantiasa terus dan terus memperkenalkan dan melestarikan budaya, baik lagu maupun tari melayu khususnya di pulau jawa ini," ungkap Doni saat pembukaan festival di ANjungan Riau, TMII Jakarta.

 

Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Doni Aprialdi saat membuka Festival Lagu dan Tari Melayu di Anjungan Riau, TMII 3 Oktober 2016.

Kata Doni, mempromosikan dan mengenalkan Riau yang kaya dengan budaya ditingkat pusat tanpa mengenal lelah. Hal ini dilakukan agar budaya melayu tidak hanya mengenali saja, tetapi harus tertanam dan merasa memiliki serta ketertarikan terhadap budaya melayu seluruh masyarakat seperti yang dilakukan oleh daerah lain.

Karena itu, lanjut Doni tidak ada istilah terlambat dan cukup dalam memperkenalkan budaya Riau kepada masyarakat. "Kita akan terus berkarya dan berbuat agar lagu dan tari melayu selalu langgeng di nusantara dan dinikmati oleh peminat lagu dan tari di ibukota," ungkapnya.

Melalui kegiatan seperti ini, Doni berharap seni budaya melayu khusunya Riau bisa berkembang dan mampu bersaing secara nasional bahkan internasional. "Kita akan terus mengembangkan budaya Riau di Jakarta sesuai tageline  Riau The Home Land of Melayu,"ucapnya.

Festival lagu dan tari melayu ini mendapat sambutan hangat dari para peserta maupun penonton yang hadir dari berbagai daerah diluar Riau. Dengan demikian diharapkan budaya melayu Riau semakin maju dan semakin berkembang. "Dengan kegiatan ini, membuktikan bahwa budaya dan seni Riau sangat diminati oleh masyarakat," pungkasnya. (***)

KOMENTAR