Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Sengaja Tak Sarapan

Senin, 27 Februari 2017 10:08:15 617
Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Sengaja Tak Sarapan
Foto: thinkstock

Jakarta, Inforiau.co - Karena berbagai alasan seperti sibuk, tak sempat, atau bahkan sengaja, banyak orang yang terbiasa melewatkan waktu makan pagi alias sarapan. Padahal kebiasaan ini juga berdampak bagi tubuh lho.

Seperti disampaikan oleh pakar gizi Priya Palan, sarapan merupakan makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh setelah kosong semalaman, maka sebaiknya tak dilewatkan begitu saja. Sarapan membantu Anda memberikan nutrisi untuk memulai hari.

"Asupan dalam sarapan bantu mengisi kebutuhan nutrisi pada tubuh dan otak, serta memberikan energi awal untuk Anda mulai beraktivitas. Sarapan juga memberikan Anda asupan gula pertama yang membantu otak berkonsentrasi," tutur Palan.

Sementara itu, pakar gizi lainnya Karishma Chawla menuturkan bahwa ada studi yang menjelaskan bahwa apa yang Anda konsumsi saat pagi hari sangat memengaruhi metabolisme serta nafsu makan Anda di siang hari. Sebab, pagi hari merupakan fase di mana tubuh membutuhkan asupan setelah berada dalam fase katabolisme di malam harinya.

Jika Anda terlalu sering mengosongkan perut di pagi hari sampai waktunya makan siang, maka metabolisme tubuh akan drop dan bisa dipastikan Anda menjadi sulit konsentrasi dan tubuh terasa lemah. Pada saat ini, nafsu makan akan melonjak naik sehingga di siang harinya Anda cenderung makan lebih banyak.

Apabila alasan Anda melewatkan waktu sarapan adalah karena tidak sempat atau takut kebablasan dan memicu kegemukan, maka Chawla menganjurkan Anda untuk memilih menu yang simpel dengan kalori tak berlebihan. Di antaranya sereal, susu dan buah. Menu lainnya yang bisa Anda pilih untuk sarapan sehat di antaranya oatmeal, putih telur, dan roti gandum.

"Sarapan yang ideal harus terdiri karbohidrat kompleks dan protein rendah lemak. Asupan ini membantu menjaga tingkat energi tetap stabil namun memberikan kalori yang tak berlebihan. Sementara itu protein rendah lemak membantu meningkatkan pertumbuhan otot, meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak," imbuh Chawla. dtc

KOMENTAR