April, Dr Zakir Naik ke Indonesia

Kamis, 16 Maret 2017 13:45:01 647
April, Dr Zakir Naik ke Indonesia

Jakarta, Inforiau.co - Cendekiawan Muslim asal India, Dr. Zakir Abdul Karim Naik datang ke Indonesia atas keinginannya sendiri karena tertarik dengan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar. Rencananya, Zakir Naik akan melakukan safari dakwah ke beberapa kota yang ada di Indonesia pada awal April 2017.

"Saya kira harus kita sambut dengan rasa syukur kalau Dr. Zakir Naik mau ke Indonesia, mau mengadakan safari dakwah," kata Cendikiawan Muslim, KH Didin Hafidhuddin MSc, Senin (13/3).

Ia mengatakan, Zakir Naik merupakan dai yang ahli dialog lintas agama karena pengetahuannya yang sangat mendalam. Beliau juga mempunyai keberanian yang sangat luar biasa dalam menyampaikan kalimat yang hak.

Ia menerangkan, tentu menyampaikan kalimat yang hak dengan argumentasi, bukan dengan emosi dan bukan dengan kekerasan. Jadi, Zakir Naik bisa dikatakan sebagai seorang dai yang diplomat karena beliau menjelaskan sesuatu dengan argumentasi yang bisa dipahami.

KH Didin mengungkapkan, contohnya saat berbicara dengan orang Kristen, Zakir Naik mengetahui tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sehingga orang ditundukkan pikirannya dan ditundukkan hatinya. "Kita lihat di berbagai negara yang dia kunjungi, diakhiri dengan banyak orang yang masuk Islam," ujarnya.

Ia juga menyampaikan usulan, sebaiknya kunjungan Zakir Naik tidak sekedar untuk umat Islam saja. Kalau bisa, sewaktu-waktu coba diadakan agenda dialog dengan orang-orang Kristen. Sebab, selama ini selalu berusaha mencari kesamaan antara Islam dan Kristen. Padahal, dikatakan dia, tidak mungkin sama karena tetap ada perbedaan yang prinsip.

Menurutnya, bisa coba diadakan dialog secara terbuka, misalnya dialog Zakir Naik dengan para pendeta. Dialog tersebut akan bagus, artinya bukan intoleransi tapi kebenaran harus disampaikan. Mencoba bicara dan berdiskusi dengan terbiasa untuk mengutarakan pendapat secara bebas untuk mencari kebenaran yang lebih baik.

Ia menambahkan, intinya bersyukur kedatangan Zakir Naik. "Tetapi yang mendengarkan (Zakir Naik) jangan hanya umat Islam, umat-umat yang lain juga boleh belajar, mendengarkan, mendiskusikan, menanyakan, menyampaikan," jelasnya. ***

KOMENTAR