Atlet Medan Denai Rajai Lintasan Sepatu Roda Porkot 2019, Rebut 10 Emas dari 22 Medali

Senin, 09 September 2019 13:29:48
Atlet Medan Denai Rajai Lintasan Sepatu Roda Porkot 2019, Rebut 10 Emas dari 22 Medali
atlet sepatu roda

inforiau.co- Atlet Medan Denai Rajai Lintasan Sepatu Roda Porkot 2019, Rebut 10 Emas dari 22 Medali.
Lintasan Medan Roalerskate, Cadika, menjadi saksi kedigayaan anak-anak Medan Denai di cabang olahraga sepatu roda dalam gelaran Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan tahun 2019.
Dari 11 kecamatan yang mengirimkan atletnya, Medan Denai menjadi peraup medali emas terbanyak selama tiga hari sepatu roda dipertandingkan, yakni sejak Jumat (6/9/2019) hingga Minggu (9/8/2019).

Pada cabor sepatu roda ini memperebutkan 22 medali emas. Sebanyak 10 emas direbut atlet-atlet Medan Denai.
Kemudian disusul masing-masing 3 emas untuk atlet-atlet Medan Selayang dan Medan Helvetia. Sementara Kecamatan Medan Tembung, Medan Area dan Medan Sunggal masing-masing memperoleh 2 emas.
Raihan medali emas Medan Denai ini tidak terlepas dari penampilan gemilang tiga atlet putra putrinya, yakni M Fackhriy Adzakwan, Laura Ivana Tesalomania Sihaloho, dan Daniel Gasita yang masing-masing

Ditambah emas dari nomor beregu relay 3000 M Putri, dan 2 emas lainnya di nomor free style.
Sementara pundi-pundi emas Medan Selayang didapat dari peraih medali terbanyak di sepatu roda Porkot tahun ini, yakni Zahra Nabila.
Siswi kelas 2 SMP Siti Hajar Medan ini menyumbangkan keseluruhan emas untuk Medan Selayang, plus 1 perak dan 1 perunggu.

Bisa dimaklumi, Zahra baru saja pulang berlatih dari Taiwan bersama tim sepatu roda Sumut yang dipersiapkan ke PON 2020 Papua.
Sedangkan 3 emas Kecamatan Medan Helvetia keseluruhan diperoleh dari nomor free style. Nomor ini sendiri dipertandingkan pada Minggu (8/9) di halaman Gedung CNI, Pondok Kelapa.
Ketua Panitia Cabor Sepatu Roda, Rahmad Nur Lubis menjelaskan, secara keseluruhan ada 63 atlet yang berlaga di Porkot tahun ini.

Mereka tergabung dalam 5 klub sepatu roda yang ada di Kota Medan, yang kemudian mewakili 11 kecamatan. Dia berharap, pada Porkot berikutnya bisa digelar lebih baik lagi dengan atlet yang lebih banyak agar persaingan lebih ketat.
"Secara fasilitas kita bersyukur kota Medan sudah mempunyai lintasan khusus sepatu roda. Namun harus kita akui, pemerataan prestasi masih perlu ditingkatkan. Semoga di tahun-tahun mendatang kecamatan-kecamatan lain bisa mengirimkan atletnya dan mempersiapkannya dengan lebih serius tanpa bergantung pada pengelolaan klub semata," beber Rahmad di Medan Roale rskate.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Medan, Eko Kalo mengatakan cukup puas dengan gelaran Cabor Sepatu Roda pada Porkot tahun ini.
Namun, ia menambahkan, waktunya sangat mepet dengan Pra-Pon yang digelar pekan ini di Bekasi.
"Sebagian atlet sepatu roda kita tidak bisa mengikuti Porkot karena sudah berada di Bekasi untuk menghadapi Pra Pon. Dan beberapa pemenang Porkot ini pun langsung menyusul ke sana pada Minggu sore ini juga," jelasnya.

Pun begitu, Eko menegaskan kualitas pemenang dari Porkot tidak berkurang dengan ketidakhadiran atlet-atlet yang dipersiapkan ke PON.
Menurutnya, Porkot ini sangat baik untuk menambah jam terbang atlet-atlet muda sepatu roda milik Kota Medan.

KOMENTAR