Ini Cerita Seniman 'Sakti' setelah Seminggu Hidup dalam Batu

Kamis, 02 Maret 2017 09:18:52 634
Ini Cerita Seniman 'Sakti' setelah Seminggu Hidup dalam Batu
Abraham Poincheval beraksi nyeleneh, tinggal di dalam batu selama seminggu. (Reuters)

Jakarta, Inforiau.co - Kaki Abraham Poincheval kaku, membuatnya sulit berjalan, Rabu (1/3). Terang saja, ia baru saja keluar dari batu seberat 12 ton, setelah tinggal di sana selama sepekan.

Poincheval adalah seorang seniman Perancis yang sering beraksi nyeleneh. Kali ini, ia mencoba tinggal di dalam batu selama sepekan, di mana ia hanya bisa duduk di kursi. Hanya ada ruang sempit dan barang seperti persediaan air, sup, daging kering, buku harian.

Di ruang itu, ia hanya bisa menggerakkan tangan dan kaki beberapa inchi saja. Ia tak punya penunjuk waktu, entah berapa detik ia di sana. Hanya ada satu sambungan telepon darurat.

Keluar dari batu itu, Poincheval langsung dibantu berjalan dan duduk, kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Tapi menurutnya, efek seperti itu adalah normal.

“Normal untuk saya merasa sedikit kaku setelah menghabiskan sepekan di dalam batu. Saya berterima kasih untuk itu, membuat saya merasa sangat disambut,” kata pria 44 tahun itu.

Penampilan ekstremnya itu digelar di sebuah museum seni di Paris, Palais de Tokyo. Ia menjadi tontonan masyarakat banyak, yang memungkinkan melihatnya lewat kamera infra merah.

Sebagian bukan sekadar menonton. Ada yang berusaha berbicara padanya melalui celah-celah batu. Poincheval bercerita pada AFP, bahkan ada yang membacakannya puisi dan menyanyikan lagu untuknya sembari bermain gitar. Ada pula yang bercerita soal mimpi buruk mereka.

Selama sepekan itu, Poincheval sendiri menceritakan ia mengalami momen-momen pribadi yang sulit diungkapkan. Katanya, ada kalanya ia hampir kehilangan kontrol atas dirinya.

“Saya punya perasaan bahwa saya hanya sebuah partikel kecil di dalam dunia mineral ini.”

Sesekali ia bahkan merasa menyatu dengan batu. “Saya merasa saya adalah batu di satu sisi, dan di malam hari saya menjadi batu yang lebih liar,” ujar sang seniman mengungkapkan.

“Saya seperti bepergian dengan batu ini tanpa bergerak. Seperti astronot,” tuturnya lagi. “Sangat kompleks. Anda melewati satu perasaan ke perasaan lain. Seperti terbawa rakit.”

Selama di dalam batu, ketakutan terbesarnya adalah kurang tidur, bukan soal ruang sempit.

Aksi seperti itu sudah bukan hal asing bagi Poincheval. Sebelumnya ia pernah tinggal di dalam perut beruang, memakan cacing dan serangga. Ia juga pernah dikubur di bawah batu selama delapan hari dan berlayar di Sungai Rhone di dalam sebuah botol plastik raksasa.

Bukan hanya itu. Sang seniman pun pernah menghabiskan 20 hari menjadi tikus mondok di bawah tanah. Hidup sebagai manusia zaman batu pun ia lakukan. Ia bahkan bisa hidup di dalam gua dengan ratusan nyamuk, semalaman. Tapi ia tak pernah ‘lelah’ mencoba.

Setelah tinggal di batu, bulan ini ia akan mencoba menjadi ayam betina. Ia ingin ikut mengerami selusin telur, seperti ayam betina, berminggu-minggu sampai mereka menetas. dtc

KOMENTAR