Berebut Partai Jokowi

Senin, 12 Juni 2017 10:51:00 2118
Berebut Partai Jokowi
Ilustrasi- Koalisi partai pendukung Jokowi JK
Pekanbaru, Inforiau.co - Peta persaingan politik di Jakarta ikut mewarnai tren pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018. Dua arus besar yang tercipta sejak tiga tahun terakhir, yaitu kubu Jokowi dan anti Jokowi perlahan namun pasti terbentuk di Bumi Melayu ini. Pro Jokowi yang menghimpun partai besar seperti Partai Golkar, PDIP, PKB, Hanura, dan Partai Nasdem, mulai mengkristal. Yang memperebutkan pun rata-rata dari pusaran partai-partai itu juga.
 
Seperti PDIP. Setidaknya sampai kemarin sudah ada tujuh calon yang mendaftar. Hampir semua calon itu adalah nama-nama besar dan dibesarkan oleh partai-partai yang berafiliasi mendukung Jokowi sebagai Presiden. Sebut saja Lukman Edy dari PKB, HM Harris, Syamsuar, Indra Mukhlis Adnan yang ketiga-tiganya pentolan Partai Golkar, bahkan yang terakhir gubernur petahana, Arsyadjuliandi Rachman pun bergabung mendaftar sebagai cagubri dari PDIP.
 
Di Nasdem dan Golkar pun demikian.  Cagubri yang mendaftar ke partai afiliasi pemerintah itu orangnya itu-itu juga. PKB yang nyaris menutup pintu pendaftaran karena bertekad mengusung sang Ketua DPP PKB Lukman Edy, juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain.
 
’’Kita memang membuka peluang besar dengan PDIP dan Nasdem. Mereka kan sahabat koalisi. PKB selalu terbuka dengan seluruh sahabat partai yang ada," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan.
Daniel mengatakan, yang terpenting adalah partai yang diajak berkoalisi memiliki kesamaan visi dengan PKB.
 
"Itu akan menjadi kekuatan utama berkoalisi, karena ke depan tantangan utama buat pemerintah dan seluruh kepala daerah adalah mewujudkan keadilan sosial dan mengatasi kemiskinan," paparnya.
 
Daniel menjelaskan, PKB selalu mengutamakan kadernya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah. Pengusungan Wakil Ketua Komisi II DPR tersebut sudah resmi, namun belum final.
 
"Resmi tapi belum final karena tetap harus melalui mekanisme yang ditetapkan LPP (Lembaga Pemenangan Pemilu). Koalisi DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) terus berjalan dan masih berproses," jelas Daniel.
 
Bagaimana dengan Golkar? Ternyata Partai Golkar sama saja. Mereka tetap membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai afiliasi pemerintah. Bahkan,  sang Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto memberi restu kepada kader Partai Golkar untuk  mendaftar di partai lain, terutama di PDIP, Nasdem, dan partai pendukung Jokowi lainnya.
 
Maka tak heran kalau di PDIP dan Nasdem yang memang sudah membuka penjaringan Cagubri, dipenuhi oleh wajah-wajah petinggi Partai Golkar Riau. Termasuk yang terakhir mendaftar di PDIP langsung Gubri petahana Andi Rachman.
 
DPP Partai Golkar sampai saat ini memang belum menentukan siapa calon dalam Pilkada 2018 mendatang di Riau. Golkar akan memutuskan pilihannya pada Juli mendatang.
 
"Dasar kita menetapkan dukungan berdasarkan survei. Kalau surveinya (Andi Rachman) bagus, ya kita dukung," kata Ketum Golkar, Setya Novanto dalam kunjungan kerjanya ke Dumai, Riau, Minggu (11/6/2017).
 
 
Novanto menyebutkan, Golkar harus menang di Riau pada Pilgub 2018. Meskipun kursi anggota DPRD Riau dari Golkar sudah cukup mengusung calon sendiri, namun dia mengingatkan jajarannya di daerah untuk tetap berkoalisi dengan partai lain.
 
"Bagi pengurus untuk tetap bekerjasama dan koalisi dengan partai lain," ucapnya. 
 
Pilgub Riau 2018 memang diramaikan dari calon kader Golkar untuk menjadi nomor satu di Bumi Lancang Kuning. Kader Golkar yang sudah mendeklarasikan maju yaitu Bupati Pelalawan, M Harris, Bupati Siak, Syamsuar dan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Ariyanto. Dengan demikian bila Andi Rachman direstui Golkar, makan ada 4 kader Golkar akan bertarung. Provinsi Riau memang terkenal sebagai basis Golkar terbesar untuk wilayah Sumatera.
 
Bagaimana dengan partai yang selama ini berseberangan, atau setidaknya tidak bergabung dalam koalisi pemerintah? Seperti Gerindra, PKS, Demokrat, dan lainnya?
Sampai sekarang arus kedua ini memang belum terlalu banyak melakukan manuver.  
 
Yang agak menonjol adalah Partai Demokrat yang sudah mempunyai calon. Setidaknya ada dua nama yang disebut-sebut akan dipasangkan melawan koalisi partai Jokowi. Yaitu PJs Ketua DPD PD Riau Drs H Achmad Msi dan Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT.
 
Sedangkan calon lain dari partai ‘anti Jokowi’ masih berkutat pada beberapa nama yang belum banyak melakukan manuver. Sebut saja Nurzahedy Saleh alias Edy Tanjung dari Gerindra atau Irwan Nasir Ketua DPW PAN Riau dari PAN. *1
 
editor: asa

KOMENTAR