Boy Sadikin, Eks Politikus PDIP di Balik Kemenangan Anies-Sandi

Jumat, 21 April 2017 10:03:00 396
Boy Sadikin, Eks Politikus PDIP di Balik Kemenangan Anies-Sandi
Boy Sadikin
Jakarta, Inforiau.co - Pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno unggul dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menurut hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Duet yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera itu mengalahkan kandidat petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat atau yang lebih dikenal dengan jargon Badja. 
 
Perjalanan duet Anies-Sandi menuju kursi DKI-1 cukup panjang. Di putaran pertama, pasangan ini tak diunggulkan. Bahkan, sebelum pemungutan suara, sejumlah lembaga survei menempatkan kandidat nomor urut 3 itu di posisi buncit. 
 
Namun kenyataannya, Anies-Sandi lolos ke putaran kedua. Di putaran kedua, pasangan Anies-Sandi bahkan unggul atas Ahok-Djarot dengan selisih lumayan besar. Pengamat politik dari Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menyebut salah satu faktor kemenangan Anies-Sandi adalah bergabungnya bekas Ketua DPD PDIP DKI Boy Sadikin. 
 
Menurut Rico, Boy Sadikin menjadi simbol retak dan rapuhnya soliditas elite pendukung Ahok-Djarot. Sosok Boy Sadikin di balik kemenangan Anies-Sandi semestinya bisa menjadi renungan bagi elite partai dalam membaca suara hati konstituennya. 
 
"Boy Sadikin itu menjadi simbol retak dan rapuhnya soliditas elite politik pendukung Ahok-Djarot. Tapi ada juga yang harus menjadi renungan bagi elite semua partai untuk jujur membaca suara hati konstituennya," kata Rico saat berbincang dengan detikcom, Rabu (19/4/2017). 
 
Seperti apa kiprah Boy Sadikin atas kemenangan Anies-Sandi? 
Dalam catatan detikcom, Boy Bernardi Sadikin memilih mundur dari PDI Perjuangan pada September 2016. Dia mundur karena berbeda sikap dengan elite PDIP terkait calon yang diusung di Pilgub DKI. Seperti diketahui PDIP mendukung duet Ahok-Djarot. Sedang Boy Sadikin tidak setuju dengan pasangan ini.
 
Boy mundur, lalu mendukung pasangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta. Kala itu banyak pengamat memprediksi mundurnya Boy Sadikin dari PDIP akan berpengaruh terhadap kemenangan cagub-cawagub di Pilgub DKI. 
 
Maklum, sebagai mantan Ketua DPD PDIP DKI, basis massa Boy Sadikin cukup mengakar di Ibu Kota. Menjawab ramalan para pengamat itu, Boy menegaskan tak akan membujuk kader PDIP mengalihkan dukungan ke Anies-Sandi. 
 
"Saya tidak pernah bawa-bawa mereka, silakan saja hati nurani mereka. Saya tidak ada komunikasi (lagi) dengan PDIP," ujar Boy Sadikin saat dihubungi, Senin (26/9/2016).
 
Mundur dari PDIP, Boy kemudian total mendukung Anies-Sandi. Dia pun didapuk menjadi ketua tim relawan. Sandiaga yakin sosok Boy bisa menampung suara-suara rakyat kecil, apalagi Boy adalah mantan kader PDIP yang selalu mengatakan sebagai partai wong cilik. 
 
"Posisinya (Boy) juga sangat-sangat kunci dan strategis. Bang Boy diharapkan bisa merangkum, menyatukan, semua visi yang sama terhadap hal-hal yang disuarakan wong cilik. Dia bisa jadi penyelamat bagi wong cilik. Itu yang diharapkan peran yang akan dimainkan oleh Bang Boy," kata Sandiaga kala itu.
 
Melalui Boy, Anies dan Sandi dipertemukan dengan simpul-simpul relawan di Jakarta. Boy juga menyediakan tempat di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai tempat berkumpulnya relawan Anies-Sandi. 
 
Kepada relawan, Boy Sadikin meminta mereka menjaga warga yang telah dikunjungi Anies-Sandi. Hal ini agar warga yang telah dikunjungi tidak mengalihkan pilihan.
 
Strategi Boy mujarab. Dari hitung cepat sejumlah lembaga survei, Anies-Sandi menang di lima kota dan kabupaten di DKI Jakarta. Selisih kemenangan Anies-Sandi atas Ahok-Djarot di atas 10 persen. 
Dikonfirmasi, Rabu (19/4/2017), Boy menampik sebagai pihak yang menjadi kunci kemenangan Anies-Sandi. Dia menyebut kemenangan ini adalah kerja tim dan masyarakat Jakarta. ***

KOMENTAR