BUMN Perikanan ini Kerjasama dengan Koperasi Asal Kampar, Beri Modal dan Serap Hasil Budidaya

Kamis, 16 Mei 2024 07:37:06 1401
BUMN Perikanan ini Kerjasama dengan Koperasi Asal Kampar, Beri Modal dan Serap Hasil Budidaya

Jakarta - Koperasi Jaring Mas Sejahtera yang berasal dari Desa Pulau Birandang Kabupaten Kampar menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan salah satu BUMN yaitu PT. Perikanan Indonesia.

Penandatanganan PKS digelar disela agenda Inabuyer B2B2G Expo 2024 di Smesco Jakarta pada Rabu (15/5/2024) yang digelar oleh KemenkopUKM. PKS ini terkait Suply pakan ikan dan penyerapan budidaya ikan petani.
Ketua Koperasi Jaring Mas Sejahtera, Indra Noval SE melalui sambungan menyatakan berterima kasih kepada semua pihak mulai dari Pemkab Kampar, Pemprov Riau hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah membuka akses kerjasama antara koperasi mereka dengan BUMN yang bergerak di sektor perikanan yaitu PT. Perikanan Indonesia.

"Alhamdulillah siang tadi kita telah menandatangani PKS dengan Dirut PT. Perikanan Indonesia terkait supply pakan ikan dan penyerapan budidaya ikan para petani di Provinsi Riau. Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan semua pihak sehingga ini terealisasi," kata Indra Noval saat dihubungi pada Rabu (15/5/2024) malam.

Menurutnya PKS ini titik akhir perjalanan administrasi selama 8 bulan terakhir. Sangat melelahkan namun dia yakin ini akan happy ending alias berakhir bahagia.

Indra Noval menyebut saat ini pakan ikan telah mereka terima sebanyak enam (6) kontainer. Sebagai bahan uji coba selama 3 bulan ke depan.

" 3 bulan ke depan kita akan uji coba atau on farm di lahan anggota kita. Ini mengetes ketahanan pakan ikan dengan kondisi iklim dan demografi Riau. Ini akan jadi evaluasi untuk kerjasama lebih lanjut," terang Indra Noval.

Jika uji coba ini berhasil, maka Koperasi Jaring Mas Sejahtera akan melakukan kemitraan dengan petani ikan kita dalam skala yang lebih luas. Komitmen dengan PT. Perikanan Indonesia jelas, bahwa PKS ini bagian dari pengembangan dan pembinaan para petani ikan lokal.

"Maka kita telah mendapat kata sepakat, pakan ikan akan dihitung di bawah harga pasar dengan kualitas lebih baik, sementara ikan hasil budidaya akan dibeli oleh PT. Perikanan Indonesia dengan harga pasar. Tentu secara hitung-hitungan ini menguntungkan bagi petani ikan nantinya." terangnya.
Koperasi Jaring Mas Sejahtera telah berdiri hampir 10 tahun. Selama jni bergerak di sektor pertanian dan perikanan. Mendapat kerjasama yang besar ini, anggota koperasi merasa gembira. "Peluang kita mengembangkan usaha perikanan kita makin bagus." tutup alumni Universitas Riau ini. ***

KOMENTAR