Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat Kompak Berkoalisi, SBY: Prabowo Capres Kita

Rabu, 01 Agustus 2018 11:46:20
Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat Kompak Berkoalisi, SBY: Prabowo Capres Kita
SBY dan Prabowo Subianto.

JAKARTA, INFORIAU.co - Partai Demokrat (PD) sepakat berkoalisi dengan Partai Gerindra. Ketum PD Susilo Banbang Yudhoyono (SBY) menyebut ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres yang siap diusung.

"Kami datang dengan keyakinan Pak Prabowo calon presiden kita," kata SBY di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018).

Kepastian koalisi juga sempat dinyatakan Prabowo. SBY menyebut, pertemuan keduanya dengan Prabowo telah membuat kesepakatan kian terang.

"Ini pertemuan kedua. Pertemuan pertama terbuka lebar Gerindra dan Partai Demokrat berkoalisi. Sekarang pintu itu makin lebar, Insyaallah kita bisa diketemukan untuk melakukan perbaikan yang akan datang untuk 5 tahun ke depan," tuturnya.

SBY juga menyerahkan kepada Prabowo soal cawapres yang akan dipilihnya. Presiden RI ke-6 tersebut siap bekerja sama dengan koalisi Gerindra.

"Itulah akhirnya Pak Prabowo akan mengambil keputusan nanti yang akan jadi running mate-nya," kata dia.

"Saya sebagai pimpinan PD menyerahkan sepenuhnya ke Pak Prabowo, yang penting rakyat memberikan dukungan dan kepemimpinan yang akan datang," imbuh SBY.

Sementara itu, Prabowo mengatakan, bisa saja ia tidak diusung sebagai capres dalam koalisi ini karena belum ada dokumen hitam di atas putih. Posisinya sebagai capres juga masih bisa berubah atas kehendak Tuhan dan dinamika yang terjadi. Namun, jika memang nantinya Prabowo yang diusung sebagai capres, posisi cawapres akan diserahkan kepada dirinya. SBY tidak akan mengintervensi.

"Beliau (SBY) serahkan sepenuhnya pada saya, seandainya saya nanti jadi calon presiden," kata dia.

Prabowo dan SBY menggelar pertemuan kedua hari ini. Pertemuan pertama berlangsung Selasa pekan lalu di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut Prabowo, dalam pertemuan kedua ini, Gerindra dan Demokrat sepakat untuk berkoalisi dalam menghadapi Pilpres 2019. Sementara SBY menuturkan pertemuan di Kertanegara membuka jalan koalisi semakin lebar.


Disamping itu, SBY Meminta Agar Visi-Misi Tidak Muluk-muluk

"Saya harap visi-misi jangan muluk-muluk janjinya, malah nanti nggak bisa ditepati. Rakyat akan ingat itu. Jangan panjang-lebar, yang simpel saja. Yang penting konkret," ujar SBY dalam konferensi pers di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018).

Pada kesempatan itu, SBY sedikit membuka hasil pembicaraannya dengan Prabowo. Keduanya berbicara empat mata dan sepakat menjalin kerja sama koalisi untuk Pilpres 2019.

"Saya tidak suka beretorika, bukan yang suka janji. Pembicaraan kami berdua tadi hampir 2 jam tadi, betul-betul jernih dan jujur, terbuka. Kami melakukan identifikasi apa saya yang dihadapi rakyat kita, terutama saudara-saudara kita golongan tidak mampu dan miskin, yang mencapai 100 juta orang," kata SBY.

"Kami sepakat bahwa persoalan yang dihadapi, mereka harus dijadikan prioritas bagi pemerintahan yang akan datang agar mengatasinya secepat-cepatnya," imbuh dia.

SBY juga membahas kalangan tidak mampu yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, pendapatan pas-pasan. Ia juga mengatakan saat ini daya beli masyarakat berkurang karena harga barang-barang pokok yang terus naik.

"APBN kita, alokasi sumber daya kita, harus diutamakan untuk mengatasi itu," ucap SBY.

Presiden RI ke-6 itu menyatakan pihaknya telah melihat hasil survei dan mendapat pengakuan langsung dari rakyat di tingkat grassroots. Untuk itu, SBY menitipkan agar visi-misi Prabowo nanti lebih fokus pada masalah ini.

"Itulah visi-misi yang akan dibangun tim Pak Prabowo. Orientasinya itu semua. Juga perlunya penegakan hukum, pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih, keamanan untuk menjaga kedaulatan negara kita, hubungan internasional yang baik. Kita anggota G20, jangan hanya jadi penonton," tuturnya.

"Namun dari semua itu, yang kita utamakan rakyat dulu, bukan yang serba-benda dan materialnya, tapi manusianya dulu," imbuh SBY.

Menurut SBY, Prabowo sepakat dengan pemikirannya tersebut. Itulah mengapa Gerindra dan Demokrat sepakat untuk berkoalisi.

"Saya sampaikan ke Pak Prabowo, kalau yang dikehendaki rakyat itu, kepemimpinan yang akan datang mestinya pemimpin yang mampu dan mau mengatasi permasalahan rakyat," tutup SBY.


Serahkan Soal Cawapres

Menurut Prabowo, SBY menyerahkan sepenuhnya soal cawapres kepadanya jika dirinya menjadi calon presiden.

"Saya anggap ini kehormatan, kepercayaan yang sangat besar bagi saya," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, pemilihan cawapres pendampingnya akan dibicarakan lebih lanjut dalam koalisi. Ia menekankan, dinamika politik semakin berkembang mendekati hari pendaftaran capres-cawapres pada 4 Agustus 2018.

"10 hari kedepan ini kami harus mencermati, kami harus hadapi dengan teliti dan saksama dengan pertemuan-pertemuan yang lebih intensif," ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan, dalam pertemuan tersebut, SBY menyarankan ada pembahasan lebih detail untuk menyusun visi dan misi. Selanjutnya, menyiapkan langkah untuk mendeklarasikan capres-cawapres. Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dari pembicaraan di rumah SBY, pekan lalu. SBY membuka komunikasi dengan Prabowo setelah mengalami hambatan dalam komunikasi dengan kubu Joko Widodo.


Berikan Satu Syarat

SBY hanya memberikan satu syarat kepada Prabowo. Ia berharap cawapres yang digandeng Prabowo itu adalah sosok yang diinginkan oleh rakyat.

"Yang penting rakyat memberi dukungan yang kuat dan bisa mengemban tugas dengan baik," katanya.

SBY berharap kepemimpinan Prabowo dan wakilnya nanti bisa mengatasi berbagai persoalan ekonomi, khususnya yang dihadapi masyarakat miskin. Presiden kelima RI itu menyebut, saat ini setidaknya ada sekitar 100 juta rakyat miskin di Indonesia.

"Itu akhirnya Pak Prabowo mengambil keputusan nanti siapa yang akan menjadi running mate-nya, yang mampu mengatasi keadaan itu," kata SBY. ***

KOMENTAR