Hononer Satpol PP Kampar Temukan Mortir

Sabtu, 17 September 2016 12:10:21 764
Hononer Satpol PP Kampar Temukan Mortir

Bangkinang, inforiau - Salah seorang pegawai hononer Satpol PP Kampar, Suparnan SE secara tak sengaja menemukan benda yang diduga bom mortir di Sungai Kampar. Penemuan ini sontak membuat warga Bangkinang heboh.

Penemuan benda yang diduga mortir yang tak jauh dari tempat tinggal Suparman, Kampung Gadang Desa Pulau Lawas Kecamatan Bangkinang tersebut, sebenarnya sudah berselang tiga hari lalu, sebab Suparman menemukan pada Ahad (11/9) siang. Akan tetapi ia baru melaporkan kepada aparat kepolisian pada hari Rabu (14/9) kemarin.

‘’Sebetulnya sejak penemuan itu saya ingin melaporkan kepada pihak keamanan, hanya saja karena hari libur dan disusul hari raya Idul Adha, maka baru pagi tadi saya melaporkan kepada pihak keamanan,’’ kata Suparman menjawab inforiau kemarin.

Aparat kepolisian yang mendapat laporan tersebut langsung turun ke lokasi. Kemudian memasang garis polis di sekitar rumah Suparman, sebab selama tiga hari itu, benda itu sudah ‘bermalam’ di rumah Suparman. Siang kemarin, tim Gegana Polda Riau turun ke lokasi dan sudah mengamankan penemuan yang diduga mortir tersebut.

Kronologis penemuan yang diduga bom/mortir  bermula ketika Suparman, pergi ke sungai mencari ikan dengan alat penembak ikan.  Setelah beberapa berada dalam sungai Kampar, saat menembak ikan itu kantong tempat ikannya menyangkut pada sesuatu.

Ketika menyelam di dasar sungai, ia kemudian mengangkat sesuatu yang menyangkut di kantong tempat ikannya. Tanpa diduga ternyata yang nyangkut adalah sesuatu benda yang cukup berat. Suparman kemudian membawanya ke pinggir dan setelah ia melanjutkan menembak ikan yang tak seberapa jauh dari jembatan water fron city (WFC) yang tengah dibangun.

‘’Setelah selesai mencarai ikan, saya kemudian membawanya ke rumah. Saya kira beratnya ada sekitar 15 sampai 20 kilogram,’’ucap Suparman yang memang hobi mencari ikan ini.

Kades Pulau Lawas, Nazaruddin, kemarin juga mengakui bahwa di sekitar daerah itu dulunya merupakan zona militer. Dan penemuan bom bukan yang pertama, sebab sebelumnya temuan serupa bahkan juga ditemukan ranjau. Menurut Kades, benda yang diduga  bom tersebut berkemungkinan peninggalan zaman penjajahan dahulu. Rie
 

KOMENTAR