Inilah Tanggapan Mahasiswa Perihal Lomba Game lawas Zuma oleh Kemenkeu

Jumat, 01 November 2019 10:41:33
Inilah Tanggapan Mahasiswa Perihal Lomba Game lawas Zuma oleh Kemenkeu
Game Zuma

Pekanbaru, inforiau.co - Melihat iven unik yang digelar oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, kami meminta tanggapan mahasiswa perihal lomba Game lawas Zuma oleh Kemenkeu tersebut.

Di twitter beberapa hari yang lalu viral poster lomba e-sport game zuma oleh Kemenkeu. Informasi ini berasal dari Akun Twitter @_Rezka, yang mana ini juga sudah dikonfirmasi benar oleh Vice.id.

https://twitter.com/_Rezka/status/1186180004482125825?s=19

Sedikit mengulas perihal lomba E-sport tersebut, lomba ini bertajuk "Ministry of Finance E-Sport Challenge 2019", game yang dilombakan ialah Zuma dan Onet.

Game yang tidak terdengar asing tentunya, di kalangan para Gamers dan juga orang yang bukan Gamers juga pastinya pernah memainkan game ini.

Menilik sedikit realita hari ini, kecanggihan teknologi yang berkembang pesat tentunya juga berpengaruh terhadap dunia game.

Kalau dahulu, game seperti Zuma dan Onet begitu digandrungi, seiring berjalannya waktu game yang punya grafis lebih baik dan genre game yang bervariasi seolah mengalahkan daya tarik game lawas seperti Zuma dan Onet.

Untuk itu cukup menarik, bahwa Kemenkeu mengadakan lomba game yang notabene sudah sedikit playernya. Dibanding game yang sekarang lagi Booming.

Kami meminta beberapa tanggapan, khususnya mahasiswa yang doyan bermain game terhadap game lawas tersebut.

Menurut Fadli, salah seorang mahasiswa elektro UIN SUSKA yang begitu hobi bermain game. Baginya game lawas justru mempunyai daya tarik yang berbeda, gameplay nya yang sederhana membuat game itu seolah relevan kapanpun juga.

"Biasanya game-game lawas itu, dari segi grafis, gameplaynya sederhana. Itu yang bikin menarik, dibanding game sekarang yang secara gameplay lebih kompleks dan habiskan waktu yang banyak," jelasnya.

Hampir serupa menurut Akmal, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN SUSKA. Dari tuturnya, Game lawas tersebut punya pasar tersendiri.

"Walaupun Game sekarang lebih bervariasi, kembali lagi kalau main game itu engga jauh-jauh dari soal selera. Game lawas yang seperti itu tetap ada yang memainkannya lah," pungkasnya.ham

KOMENTAR