Mesin Pembangkit Listrik PLTU Tenayan Raya Barang Bekas?

Jumat, 21 April 2017 13:30:47 877
Mesin Pembangkit Listrik PLTU Tenayan Raya Barang Bekas?
PLTU Tenayan Raya
Pekanbaru, Inforiau.co - Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dibangun oleh PT PLN (Persero) Wilayah Riau Kepri, menuai kritik dari berbagai kalangan. Sebab mesin pembangkit yang kabarnya didatangkan dari PT Arun Provinsi Aceh itu, diduga merupakan barang bekas. Dugaan itu diungkapkan Ketua DPD LI-TPK Riau Parulian Sitompul SH kepada wartawan, Rabu (19/04/17) lalu.
 
“Beberapa hari kemarin saya sempat melihat mesin PLTU di Tenayan Raya. Awalnya saya kira mesin yang didatangkan semuanya baru. Namun setelah saya perhatikan tenyata mesin terlihat berkarat,” ujarnya.
 
Penasaran dengan temuan itu kata Parulian, ia pun mencoba mencari tahu asal muasal mesin PLTU tersebut di sekitar lokasi pembangunan. Hasilnya mesin PLTU disebut sebut didatangkan dari PT Arun Provinsi Aceh,” terang Parulian.
 
Selain itu tambah Parulian, berdasarkan temuan lapangan ada lima perusahaan yang mengerjakan PLTU berkapasitas 2 x 110 MW tersebut. Kelima perusahaan itu yakni, PT. Laga Emas Perkasa jo PT. Riada Utama Mandiri membidangi Clinic Servis, PT Graha Sejati membidangi Instalasi, PT. Adi Guna Operasi membidangi JETI dan PT. Reka Daya membidangi Pelaksanaan Gardu baru.
 
Ia pun menduga tertundanya pengoperasian PLTU Tenayan Raya akibat kondisi mesin yang kurang bagus.
 
Sebelumnya, Manajer SDM dan Umum PLN WRKR Dwi Suryo Abdullah mengatakan, dari dua mesin pembangkit PLTU Tenayan Raya, salah satunya sudah mendapatkan sertifikasi layak operasional.
 
"Untuk pembangkit I sudah mendapatkan sertifikat layak operasional, sedangkan pembangkit II masih dalam tahapan uji coba hingga mendapatkan sertifikat serupa," katanya seperti dikutip sejumlah media cetak dan elektronik beberapa waktu lalu.
 
Kala itu Dwi Suryo Abdullah mengatakan, PLTU Tenayan Raya bakal beroperasi penuh pada Maret 2017. Namun hingga kini janji pengoperasian tersebut tak kunjung terealisasi. rso

KOMENTAR