Organda: Dishub Harus Serius Tertibkan Travel Illegal

Senin, 18 April 2016 10:21:53 700
Organda: Dishub Harus Serius Tertibkan Travel Illegal

Pekanbaru, inforiau - Kuota kendaraan pengangkut Orang yang masuk ke terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) semakin mengalami penurunan. Padahal sesuai aturan kendaraan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) dan Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP) wajib masuk terminal.

Ketua Organda Pekanbaru, Syaiful Alam mengakui memang arus kendaraan yang masuk dan keluar dari Terminal BRPS berkurang. Hanya saja, Syaiful menilai tidak bisa menyalahkan kepada satu pihak Perusahaan Otobus (PO) saja.

"Berkurangnya itu karena banyak travel ilegal yang masih beroperasi, seharusnya ini yang menjadi perhatian utama untuk menyikapi adanya penurunan jumlah angkutan yang masuk ke terminal itu," katanya, Ahad (17/04).

Dijelaskan Syaiful, akibat masih banyaknya kendaraan berplat hitam alias ilegal yang dibiarkan beroperasi tersebut, menyebabkan pendapatan PO menurun drastis. "Sudah jelas berkurang, mereka plat hitam masih beroperasi mengambil penumpang dari travel resmi," sebutnya.

Sebagai ketua Organda Pekanbaru dirinya sudah sampaikan agar AKAP/AKDP dan AJAP/AJDP masuk terminal. Namun dirinya tidak menampik jika ada PO yang terpaksa mengambil penumpang diluar terminal, dengan alasan masih bebasnya travel illegal mengambil penumpang tanpa ada solusi dari pemerintah.

"Tetapi mau bagaimana lagi, kalau mereka menunggu di terminal. Tetapi penumpang diambil travel ilegal dan plat hitam, mau dapat penghasilan dari mana? Padahal mereka harus menutup biaya operasional. Karena di situ mata pencaharian mereka," sebut Syaiful.

Untuk itu Syaiful meminta kepada pihak Dishub Pekanbaru agar menindak travel ilegal. "Kita minta ditindak tegas, karena masih banyak yang kita temui travel plat hitam beroperasi," sebutnya.

Sebelumnya, Kepala UPTD Terminal BRPS Pekanbaru, Bambang Armanto mengeluhkan sedikitnya armada yang masuk ke terminal. Bahkan jumlah bus atau travel yang masuk berkurang hingga 50 persen.

"Seperti AKAP biasanya bisa 100 dalam satu hari. Sekarang cuma 25 sampai 27 armada saja," katanya.

Akibat berkurangnya armada yang masuk terminal otomatis berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pekanbaru. Tahun 2015 pihaknya hanya mampu memperoleh Rp 600 juta dari target Rp 800 juta. "Tetapi mau bagaimana lagi. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin. Tetapi Armada masih menaik turunkan penumpang di luar terminal," katanya.

Untuk itu Bambang berharap kepada seluruh armada baik AKAP, AKDP, AJAP, dan AJDP wajub masuk terminal. Sebab kalau di luar bukan lagi wewenang UPTD Terminal BRPS Pekanbaru. "Kalau di terminal saya bisa jamin keamanan, kenyamanan, dan pelayanan maksimal. Kalau di luar saya tidak jamin," sebutnya. Ris

KOMENTAR