Pansel Pastikan Objektif

Selasa, 31 Mei 2016 21:09:56 1109
Pansel Pastikan Objektif
Pekanbaru, inforiau.co - Panitia Seleksi penjaringan jabatan Pimpinan Tinggi Madya Seketaris Daerah Provinsi Riau tahun 2016 akhirnya mengumumkan 3 nama yang lulus untuk diajukan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Komite Aparatur Sipil Negara untuk dipilih menjadi Sekda Provinsi Riau.
 
Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Nomor Kpts.018/PANSEL-JPTM/2016 tentang Penetapan Hasil Akhir Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Riau, maka 3 nama yang lulus tahap akhir seleksi yakni Ahmad Hijazi SE MSi (Sekretaris Bappeda Riau), Masperi MSi (Asisten II Setdaprov Riau), serta M Syukri Harto SE MSI (mantan Sekdako Pekanbaru).
 
Ketiga kandidat ini merupakan bagian dari 21 pelamar jabatan Sekda yang mendaftar sebelumnya. Mereka telah menyingkirkan 18 kandidat lainnya dengan melewati tiga tahapan seleksi yakni seleksi administrasi, manajerial, dan tes kompetensi bidang. 
 
"Keputusan ini adalah keputusan mutlak panitia dan tidak bisa diganggu gugat," ujar Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Prof Muchtar Ahmad, didampingi Plt Sekda Riau M Hafiz, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Riau Azrizal, anggota panitia seleksi Afrizal Karim, saat menggelar Konferensi Pers Senin (30/5) pagi.
 
Ia mengatakan usai diumumkan ketiga nama calon sekda yang direkomendasi Pansel, selanjutnya Gubernur Riau akan melaporkannya ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) serta mengusulkannya kepada Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Selanjutnya, setelah melalui berbagai pertimbangan Presiden akan mengeluarkan satu nama yang akan ditunjuk menjadi Sekdaprov Riau. 
 
Tidak Memihak
 
Pansel Sekdaprov yang dipimpin Prof Dr Muchtar Ahmad menyebutkan, penilaian masing-masing calon Sekdaprov sangat objektif dan tidak ada pesanan atau memihak calon tertentu. "Penilaian yang kami lakukan sangat objektif, tidak ada istilah mengunggulkan satu calon. Penilaian berdasarkan kemampuan individu calon saat mengikuti tahapan tes," kata Mukhtar, di ruang rapat Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Riau, Senin (30/5).
 
Beberapa penilaian yang diberikan antara lain administrasi sebesar 20 persen, kedua penilaian pada tahap kedua atau tes kompetensi manajerial sebesar 30 persen. Serta, tes kompetensi bidang terdiri dari wawancara dan persentase makalah sebesar 50 persen.
 
Sayangnya, saat ditanya kepada Pansel berapa nilai masing-masing peserta serta dimana kekurangan empat calon lainnya yang telah dinyatakan gugur. Pansel menolak memberikan keterangan dengan alasan sudah terlalu tekhnis dan menyangkut privasi mereka. "Untuk nilai masing-masing tak layak disampaikan. Ini menyangkut privasi mereka," ujar Mukhtar.
 
Sementara Pansel lainnya M Yafiz menyebutkan, beberapa penilaian selama tahapan seleksi berlangsung, beberapa poin seperti penguasaan materi, sikap, cara berpakaian termasuk grogikah para calon saat menghadapi Pansel saat menyampaikan persentase dan wawancara juga menjadi perhatian. Kemudian, ada juga saat yang penyampaian makalah harus ada kesesuaian antara isi dan judul yang diberikan Pansel. Yakni, reformasi dan birokrasi serta visi Riau 2020. 
 
Pernyataan Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Sekdaprov Riau tersebut sekaligus menjawab berbagai kabar kalau Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman telah memiliki 'jagoan' calon sekda, yaitu Ahmad Hijazi.
 
Ahmad Hijazi saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau. Namanya memang tidak dikenal luas di jajaran Pemprov Riau karena memang sebelum di Bappeda ia lebih lama berkecimpung di Provinsi Kepulauan Riau.
 
Pria kelahiran Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau tersebut adalah mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Batam, Kepri. 
 
Masperi Bangga
 
Ditemui ditempat terpisah, Masperi yang juga Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau mengaku bangga bisa masuk tiga besar seleksi asessment pejabat tinggi madya Sekdaprov Riau. "Secara pribadi tentu saya bangga bisa masuk tiga besar. Berarti otak saya tak jongkok," kata Masperi sambil bercanda ketika ditemui inforiau, Senin (30/5) soal dirinya masuk salah satu nama yang lulus seleksi Sekdaprov Riau. 
 
Menurutnya, bisa lulus tiga besar seleksi Sekdaprov Riau merupakan sebuah prestasi, dan patut disyukuri. Sebab, kata dia, tak mudah mengikuti semua tes, dari mulai administrasi sampai uji kompetensi. "Sampai tiga besar itu kategori prerogratif yang mau memakainya. Artinya nanti ketiganya diusulkan ke Presiden, lalu Presiden yang menentukannya. Soal dipakai atau tidaknya, tentu tergantung yang akan memakai. Itu logikanya," ujar mantan Sekdakab Rokan Hulu ini. 
 
Lebih lanjut disampaikan Masperi, tiga nama yang lulus seleksi sudah teruji, secara teknis telah memenuhi standar yang diminta pansel. "Namun semuanya kan kita kembali kepada penilaian pimpinan, karena beliau yang akan memakai," singkatnya. AMN

KOMENTAR