Pasar Dunia Tunggu Indonesia Cabut Larangan Ekspor CPO

Senin, 16 Mei 2022 21:04:39 347
Pasar Dunia Tunggu Indonesia Cabut Larangan Ekspor CPO
Kapal pengangkut CPO/Net

Inforiau - Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia tidak diperdagangkan pada Senin (16/5/2022). Ini lantaran, seperti di Indonesia, Malaysia hari ini libur untuk memperingati Hari Waisak 2022.

Menurut data Refinitiv, kontrak berjangka 3 bulan CPO melemah 0,48% selama pekan lalu di level MYR 6.369/ton. Dalam sebulan, harga CPO juga turun 1,53%, kendati sejak awal tahun (ytd) masih melesat 35,60%.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Anilkumar Bagani, Kepala Penelitian Pialang Minyak Nabati Sunvin Group mengatakan bahwa pasar sedang mencari kejelasan kapan Indonesia akan mencabut larangan ekspor CPO dan juga sedang menunggu kebijakan oleh Kementerian Komoditas Malaysia mengenai pajak ekspor yang lebih rendah.

Larangan ekspor CPO Indonesia akan membuat Malaysia mendominasi pasokan CPO ke India, yang merupakan negara importir terbesar di dunia.

Ditambah dengan rencana Malaysia untuk memotong pajak ekspor CPO sekitar setengah dari pajak normal, membuat CPO Malaysia makin menarik untuk investor.

Asal tahu saja, pemerintah sejak 28 April 2022 telah memberlakukan pelarangan ekspor CPO dan turunannya. Saat ini, pemerintah mengatakan masih akan terus melakukan evaluasi secara berkala terkait dampak ekonomi dari kebijakan tersebut.

"Ini akan terus kami evaluasi. Prioritas pemerintah jelas menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu dalam Taklimat Media BKF, Jumat (13/5/2022).

Menurut Survei Solvent Extractors Association of India (SEA) bahwa kemungkinan ekspor CPO Indonesia ke India akan turun 35% pada tahun ini dengan kontrak yang berakhir pada 31 Oktober 2022. Dalam kurun lima bulan pertama di tahun 2021-2022, India telah membeli 1,47 juta ton CPO Malaysia, dibandingkan dengan CPO Indonesia hanya 982.123.

Jika larangan ekspor Indonesia tetap berlaku selama dua pekan lagi, maka impor CPO dari Indonesia ke India bulan Juni bisa turun menjadi 350.000 ton dan akan diisi oleh pasokan CPO Malaysia.

"Anda tidak bisa hanya mengandalkan Indonesia dan menjalankan bisnis. Bahkan, jika Indonesia menawarkan Anda diskon, kita harus mengamankan pasokan untuk melindungi diri dari kebijakan Indonesia yang tidak dapat diprediksi. Kami tidak bisa mundur hanya karena bahan baku tidak tersedia," kata pedagang minyak nabati berbasis di Mumbai yang dikutip dari Ukr Agro Consult.

Meskipun ekspor CPO Malaysia meningkat, tapi kekhawatiran akan persediaan CPO Malaysia yang ketat karena krisis tenaga kerja asing, masih menjadi sorotan utama.

Diler Kargo Societe Generale de Surveillance pada Rabu (11/5) melaporkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1-10 Mei naik 45,2% menjadi 371.295 ton dari 255.789 ton jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, Malaysia saat ini masih kekurangan sebanyak 32.000 tenaga kerja asing.

Malaysia memproduksi sekitar 40% dari produksi CPO Indonesia, sehingga tidak dapat sepenuhnya menggantikan pasokan Indonesia. Meski demikian, India ingin meningkatkan kesepakatan dengan Malaysia dan mengurangi ketergantungannya pada Indonesia.*

KOMENTAR