Di Tengah Pandemi PTPN V Untung 417 M, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jumat, 09 Juli 2021 14:55:43
Di Tengah Pandemi PTPN V Untung 417 M, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jakarta - Di tengah menurunnya pertumbuhan ekonomi nasional dampak dari pandemi Covid-19, PT Perkebunan Nusantara V malah berhasil membukukan laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan BUMN Perkebunan itu. Sepanjang tahun 2020, PT Perkebunan Nusantara V meraih laba bersih sebesar Rp 417 miliar.

Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K. Santosa dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa prestasi ini adalah hasil konsistensi PTPN V dalam melakukan transformasi dan efesiensi secara berkesinambungan sepanjang dua tahun terakhir.

"Alhamdulillah, transformasi dan konsistensi PTPN V dalam dua tahun terakhir berhasil membawa perusahaan ini meraih laba Rp 417 miliar, yang merupakan laba tertinggi sepanjang sejarah PTPN V berdiri," kata Jatmiko dalam rilisnya pada Jumat (9/7/2021).

Mantan direktur PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ini melanjutkan, transformasi yang terus dilakukan perusahaan ini menjadi strategi menghadapi tantangan. Tansformasi yang menyeluruh dengan fokus utama pada transformasi tata kelola dan transformasi sumber daya manusia membuahkan hasil.

Tak hanya transformasi digital, PTPN V juga melakukan pendekatan strategis lainnya. Teknologi dan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang ada sehingga aktivitas operasional perusahaan menjadi jauh lebih efektif dan efesien.

"Hasilnya, di tengah badai pandemi Covid-19 2020 lalu, pendapatan bersih PTPN V melejit hingga 620% dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 67,29 miliar", sebut Jatmiko lagi.

Sepanjang tahun 2000, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5,32 triliun. Angka itu meningkat 28,78% dibandingkan dengan tahun 2019. Begitu juga dengan pendapatan sebelum depresiasi dan amortisasi alias EBITDA yang tercatat Rp 1,28 triliun, melesat 74,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Jatmiko, capaian tersebut, salah satunya karena adanya kenaikan harga komoditas di tahun 2020. "Harga komoditas memberi kontribusi hingga 69% atas peningkatan laba, sementara 31% peningkatan laba merupakan hasil jerih payah PTPN V dalam upaya menjalankan bisnis best practices dan efisiensi," ujarnya .

Dengan luas lahan yang dikelola oleh PTPN V mencapai 66.750 hektare (ha), produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) PTPN V mencapai 22,87 ton per hektare di 2020. Perusahaan negara ini berhasil memproduksi 1,59 juta ton sawit, meningkat 0,46% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain dari kebun inti tersebut, PTPN V juga menyerap TBS masyarakat. Total TBS yang diolah PTPN V menjadi CPO, mencapai 2,54 juta ton.

"Sebesar 40% produksi CPO PTPN V berasal dari buah sawit masyarakat," ujarnya. Alhasil, total jumlah produksi TBS kebun sendiri dan pembelian dari plasma sepanjang 2020 lalu mencapai 2,54 juta ton/.

Dari jumlah tersebut, sawit yang diolah menjadi CPO tercatat sebesar 543,020 ton atau meningkat 8,99% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Begitu juga dengan produksi minyak inti sawit yang mencapai 107,85 ribu ton atau melonjak 10,29% dibandingkan 2019.

Lebih jauh, Jatmiko yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau itu menjelaskan bahwa pandemi Covid 19 belum usai.

Ia berharap, kinerja keuangan dan operasional 2020 PTPN V ini bisa menjadi positive driver untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham menjadi perusahaan perkebunan yang berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi nasional. ***

KOMENTAR