Pemkab Rohil Pecat Lima Honorer Malas

Kamis, 07 April 2016 21:03:36 760
Pemkab Rohil Pecat Lima Honorer Malas
Wakil Bupati Rohil, Erianda saat memberikan pengarahan kepada PNS Pemkab Rohil pada apel pagi.
Bagansiapiapi, inforiau.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) memberhentikan sebanyak lima tenaga honorer yang telah melanggar etika serta tidak disiplin dan jarang masuk kantor.
 
"Kita Pemkab melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rohil sudah melakukan evaluasi sebanyak lima orang itu, dan tidak lagi diperpanjang kontrak selama setahun kedepan. Dua diantaranya melanggar etika dan tiga jarang masuk kantor," kata Plt Sekdakab Rohil, Surya Arfan, Rabu (6/4).
 
Menurutnya, bahwa tindakan yang dilakukan tersebut merupakan bukti keseriusan Pemkab Rohil untuk menegakkan disiplin dilingkungan pegawai maupun para tenaga honorer.
 
"Kita juga dalam beberapa bulan kedepan akan kembali melakukan rekapitulasi tentang kehadiran, disiplin pegawai dan honorer serta akan dijadikan acuan maupun penilaian untuk tahun berikutnya," kata Surya dilansir di situsriau.com. 
 
Bahkan, lanjutnya, saat ini absensi elektronik sudah berjalan dan bagi yang tidak masuk kantor akan dilakukan pemotongan tunjangan bagi pegawai dan pemotongan gaji bagi para tenaga honoer.
 
Hal ini, menurutnya berdasarkan Perbup Nomor 21 Tahun 2015 tentang disiplin pegawai dan honorer dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.
 
"Kita akan melakukan pemotongan tunjangan sebesar 2 persen, baik itu PNS maupun tenaga honorer. Aturan ini diberlakukan apabila pegawai dan honorer abses dan dihitung setiap bulan. Begitu juga selanjutnya kalau absen tanpa ada alasan yang jelas," tegas Sekda.
 
Bukan hanya itu, hal itu juga berlaku untuk Sekda, Kepala Dinas, Badan dan Kantor dan ia meminta agar setiap bulan masing-masing kepala SKPD melaporkan ke pihak BKD Rohil.
 
Bahkan ia mengakui, bahwa saat ini untuk tenaga honorer memang sudah sangat membludak dan banyak yang tidak dapat kursi.
 
"Kalau malas-malasan buat apa dipertahankan, sudahlah kerja tidak ada, mengurangi anggaran untuk pembayaran gaji. Jadi kita seleksi yang mau bekerja saja," tegasnya. ADV/IR6 

KOMENTAR