Pemkab Siak Pandang Serius Terkait Bahaya LGBT dan Pergaulan Bebas di Kalangan Siswa

Kamis, 25 Oktober 2018 17:33:01
Pemkab Siak Pandang Serius Terkait Bahaya LGBT dan Pergaulan Bebas di Kalangan Siswa
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Siak Budhi Yowono saat pimpin rapat evaluasi bahaya LGBT di Kantor Bupati Siak

SIAK, INFORIAU.co - Meskipun belum diketahui secara pasti berapa jumlah sesunggunya anggota atau pelaku LGBT (Lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di Kabupaten Siak, namun kemunculan akun grup LGBT di media sosial menjadi perhatian banyak pihak.

Kabupaten Siak sebagai negeri melayu sangat menjunjung tinggi norma norma agama, kemunculan akun LGBT dan kejadian lapangan perilaku menyimpang sangat bertentangan visi Pemkab Siak dalam mewujudkan masyarakat yang agamis.

Menangapi masalahan yang berkembang, Pemkab Siak telah melakukan sosialisasi bahaya LGBT dan pergaulan bebas kepada siswa SMA dan SMP sederajat di tiga kecamatan yaitu Siak, Mempura dan Dayun.

Hal itu dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Siak Budhi Yowono saat pimpin rapat evaluasi bahaya LGBT di Kantor Bupati Siak seperti dilansir dari cakaplah.com, Rabu (24/10/2018).

"Kita tidak main-main dengan permasalahan LGBT ini. Perilaku penyimpangan seksual merupakan penyakit berbahaya, yang dapat menular kepada siapa saja baik itu pelajar, masyarakat tamat sekolah. Karena itu Pemkab Siak mencari langkah-langkah agar sosialisasi, rehabilitasi dan penindakan dapat diterapkan," kata Budhi.

Dikatakan Budhi, untuk sosialisasi tahap ke dua diharapkan keterlibatan semua pihak, seperti Dinas Kesehatan, Pendidikan, MUI, Kemenag, FKUB Siak, pihak Kepolisian kecamatan dan sekolah. Terutama yang menjadi fokus penguatan isi materi yang kan disiapkan oleh dinas kesehatan dan Kemenag Siak serta menghadirkan fisikolog.

"Pada sosialisasi akan datang kita ingin materi yang disajikan sampai ke siswa, dari segi kesehatan apa bahayanya, juga dari sisi agama juga apa bahaya yang ditimbulkan oleh pelaku LGBT dan pergaulan bebas," terang Budhi.

Sementara itu Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Siak Nizamil Muluq mengatakan, hidup di zaman teknologi saat ini, semua informasi dapat di akses dengan cepat dan mudah.

"Siapa yang tidak memiliki smartphone (telpone pintar) hari ini? Anak SMP saja sudah punya, informasi dan media sosial tidak ada lagi filter atau sekat, artinya anak-anak dengan mudah mengaksesnya, diharapkan peran orang tua sangat penting dalam mengawasi putra putrinya," kata Nizamil.

Ungkapnya lagi, diharapkan sosialisasi selanjutnya materi yang disajikan benar-benar mudah dipahami dan sampai ke siswa. Dan ia mengusulkan di setiap sekolah masing-masing siswa diajarkan olahraga silat agar pembentukan fisik dan karakter ada di Pancak Silat.

"Sebenarnya ada tiga penyebap seseorang melakukan perilaku menyimpang, pertama faktor keluarga, lingkungan dan genetik, kita mengharpkan sosialisasi ini di berikan tidak hanya kepada siswa tetapi para guru juga," tutup Nizamil Muluq.

Hadir pada rapat itu juga dihadiri Kepala Kemenag Siak H Muharom, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, Forum Kerukunan Umat Beragama Siak, Majelis Ulama Indonesia Siak, Polsek Siak dan perwakilan dari Kakan Satpol Siak. iin

KOMENTAR