Polres Kampar Gelar Forum Diskusi Group Tentang Berita Hoax

Jumat, 23 Maret 2018 16:08:49 235
Polres Kampar Gelar Forum Diskusi Group Tentang Berita Hoax

KAMPAR, INFORIAU.co - Maraknya berita Hoax saat ini membuat keresahan bagi para seluruh elemen pemerintah baik daerah maupun pusat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Polres Kampar bersama dinas terkait melakukan forum diskusi group (FDG) di ruang Mapolres Kampar, Jumat 23/03/18.

Selain Kapolres juga turut hadir Diskominfo provinsi Riau, Kominfo Kampar, Ketua PWI kampar, Ketua IWO Riau dan seluruh insan Pers mulai cetak, online maupun elektronik.

Dalam penyampaian nya Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto Sik MH mengatakan bahwa saat ini sangat banyak sekali gangguan keamanan yang mengancam kedamaian di negara besar ini.

Untuk itu melalui FDG ini kita bahas bagaimana cara mengantisipasi dan menghilang kan berita bohong alias Hoax di tengah tengah masyarakat.

"Negara kita mempunyai penduduk heterogen, berbagai suku,ras,agama dan budaya oleh karena itu sangat mudah menjadi objek perpecahan di antara kita sesama," terangnya.

Dalam pembahasan nya Hoax itu merupakan berita bohong yang berisi fitnah dan tidak jelas kebenarannya.

Hasil survei membuktikan bahwa yang paling banyak hoax nya itu berasal dari media sosial sebesar 92 % di susul chat, tv, situs web, media cetak, dan email.

Hoax saat ini paling banyak tentang politik, Sara, dan kesehatan.

Ciri ciri Hoax adalah sumber beritanya tidak jelas dan seolah menyudutkan, judul tidak sesuai dengan isi berita, berita benar tapi konteks menyesatkan.

Dari penjelasan di atas tentu menjadi acuan oleh masyarakat agar tidak terjebak dan termakan isu Hoax yang membuat perpecahan di antara sesama masyarakat.

Dalam proses pencarian kebenaran berita Hoax atau tidaknya kita harus tahu dulu alamat URL, cek situs tersebut, cek dengan media lainnya, siapa penulis dan narasumber nya, dan bagaimana penulisan nya.

Dan para pembuat Hoax pun harus menanggung risiko terjerat hukum yakni UU ITE nomor 11 tahun 2008 pasal 45

Sementara itu ketua PWI kampar Akhir Yani SE di depan yang hadir pada forum tersebut menyampaikan bahwa kita harus cerdas dalam menerima berita Hoax. Bahkan PWI dalam hal ini sudah meminta kepada dewan pers untuk memverifikasi media dan wartawan supaya hoax tidak meraja lela. tambahnya.

"kita inginkan negeri ini bebas Hoax dan PWI siap untuk itu.,oleh sebab itu dewan pers secepatnya mempross media dan wartawan nya, kalau lah wartawan tidak berkompeten dan tidak bisa menjalankan tufoksi nya jangan mimpi kita Hoax bisa di bumi hanguskan." tegasnya. hen

KOMENTAR