Soal Aturan Mendikbud, Tak Berlaku di Kampus

Jumat, 15 Juli 2016 11:06:23 891
Soal Aturan Mendikbud, Tak Berlaku di Kampus
Gedung Rektorat UIN Suska Riau terlihat megah.

Pekanbaru, inforiau - Keluarnya aturan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) bagi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diprogram dan pelaksanaannya dibawah pengawasan langsung guru atau pihak sekolah, tampaknya belum berlaku di Perguruan Tinggi (PT).

Seperti di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru. Di kampus Islam Negeri terbesar di Riau ini persentase program Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) masih didominasi dilakukan mahasiswa senior atau Himpunan Mahasiswa Jurusan, BEM Fakultas dan Universitas.

"Kalau kita di Perguruan Tinggi belum ada mendapatkan imbauan mengenai program Ospek pihak universitas yang menangani sepenuhnya. Kalau Kemendikbud itu membawahi lembaga pendidikan sampai tingkat SMA saja, sementara kita dibawah Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dan dari Dikti ya belum ada," kata Wakil Rektor II UIN Suska Riau, Dr Tohirin kepada inforiau, Kamis (14/7).

Untuk di UIN Suska Riau, lanjut dia, kegiatan Ospek untuk tahap pertama digelar 23-24 Juli mendatang. Sementara untuk tahap kedua diperkirakan bulan Agustus atau September.

"40 persen kegitan Ospek itu dibuat pihak kampus, dalam hal ini pegawai ataupun dosen. Dan akan dipusatkan di Islamic Center. Sementara 60 persen lagi melibatkan organisasi kemahasiswaan internal kampus," ujarnya.

Ketika ditanya tentang berkemungkinan masih adanya kegiatan Ospek yang dibuat sendiri oleh organisasi mahasiswa di jurusan masing-masing dan itu dilakukan di luar kampus, Tohirin mengatakan tidak akan memberi sanksi. Namun ada baiknya tetap diadakan dalam lingkungan kampus guna menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan.

"Soal itu kita belum beri sanksi. Namun saya ingatkan itu kan acaranya orientasi pengenalan kampus, ya baiknya diadakan di lingkungan kampus juga, kenapa harus di luar," pungkas Tohirin. AWI

KOMENTAR