Survei Jokowi dan Prabowo Lemah, Publik Inginkan Capres Alternatif

Selasa, 03 Oktober 2017 15:00:51 367
Survei Jokowi dan Prabowo Lemah, Publik Inginkan Capres Alternatif
Jokowi dan Prabowo Subianto
Jakarta, Inforiau.co - Walau Pilpres masih terhitung dua tahun lagi, bukan berarti seputar Capres dan Cawapres tidak hangat untuk dibicarakan. Seperti yang dilakukan oleh Lembaga Media Survei Nasional (Median) yang membaca perilaku politik publik atas siapa capres yang didukung publik. Hasil survei mengejutkan, ternyata publik menunggu capres alternatif di luar dua musuh bebuyutan yaitu Jokowi dan Prabowo yang digadang-gadang akan kembali maju. 
 
Dari sajian data katadata.co.id, hasil survei Lembaga Media Survei Nasional (Median) menunjukkan bahwa elektabilitas calon presiden (capres) menjelang Pemilu 2019 menunjukkan bahwa  Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo masih yang teratas. Elektabilitas kedua capres tersebut sebesar 59,4 persen dari total responden yang disurvei. Dimana, Jokowi meraup elektabilitas sebesar 36,2% dan Prabowo sebesar 23,2 %. Sebuah angka yang relatif dapat dikejar oleh calon lainnya. 
 
Dari angka tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 40,6 persen publik menginginkan adanya figur capres alternatif pada Pemilu 2019. Namun, calon alternatif lainnya masih cukup rendah, termasuk Gatot Nurmantyo.
 
Dari survei tersebut juga menyimpulkan bahwa 83 persen responden menyebutkan ada masalah yang harus segera dilesaikan oleh pemerintah saat ini. Dari jumlah tersebut, 43 persen publik menyatakan terdapat permasalahan akibat tekanan ekonomi. Terutama masalah kebutuhan ekonomi dan kemiskinan serta harga kebutuhan pokok dan listrik. Disisi lain, terdapat 59 persen responden yang merasa adanya keberhasilan pemerintah, terutama soal pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan gratis.
 
Survei nasional Median tersebut digelar pada 14-22 September 2017 dengan sampel 1.000 responden di 34 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan mutistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
 

KOMENTAR