Tanaman Bawang di Aur Sati Akan Dikembangkan di Negeri Jiran

Rabu, 09 Maret 2016 22:02:14 1062
Tanaman Bawang di Aur Sati Akan Dikembangkan di Negeri Jiran
Bupati Kampar dan tamu dari Malaysia yang melihat tanaman bawang di Desa Aur Sati
Kampar, inforiau.co - Exco Darul Rizwan Perak, Dato’ Saarani, saat mengaunjungi kawasan sentra pengembangan pertanian bawang di Kampar mengatakan, apa yang dilihatnya di Kabupaten Kampar, ada juga di Malaysia. 
 
Namun diakuinya di Kampar, pemerintah lebih fokus dan melakukan upaya pengembangan dengan sistematis. Untuk itulah ia mengakui bahwa pihaknya akan meniru pola pengembangan sentra pertanian bawang seperti yang dikembangkan di daereah Kampar ini.
 
"Persamaanya tuh ada, apa yang boleh dijayakan (diunggulkan, red) disini, kami mau jayakan pula di Malaysia sana," ungkap Dato' Saarani, pada saat didaulat oleh Bupati Kampar H. Jefry Noer ketika memberikan pengarahan di tempat Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) milik salah satu alumni di Desa Aur Sati Kecamatan Tambang, Rabu (9/3).
 
Dato’ Saarani sangat kagum dengan apa yang dilihatnya di Kabupaten Kampar, dari benda yang tidak berguna semuanya bisa dimanfaatkan disini dan tidak terbuang sia-sia. “Contoh kecilnya saja seperti kotoran dan urine sapi, disini semuanya bisa jadi uang,” katanya.
 
Untuk itulah ia mengatakan mereka dan rombongan datang ke Kabupaten Kampar ini, mau melihat dengan mata kepala sendiri ilmu apa yang bisa mereka bawa pulang nanti ke Malaysia. Tak lupa pula Dato’ Saarani juga memberikan motivasi kepada petani untuk tidak cepat berputus asa. "Kalau kita jatuh pertamanya kita harus cepat bangun, bangun dan bangun lagi," pesannya.
 
Sementara itu Bupati Kampar H. Jefry Noer mengatakan di Desa Aur Sati dijadikan desa percontohan untuk RTMPE, dimana disini semuanya nanti ada 10 RTMPE. ia mengaingatkan untuk tanaman bawang yang ada di RTMPE harus dicek betul-betul Ph tanahnya jangan sampai dibawah 6. Ia juga menambahkan disini lah contohnya kalau tidak dicek betul-betul Ph tanah itu, tumbuh bawangnya tidak secara merata dan banyak menguning.
 
Dikesempatan itu Jefry juga mengajak Dato’ Saarani nantinya kalau mau menanam bawang juga di Malaysia, jangan coba-coba Ph tanahnya dibawah 6, kuncinya itu di dolomit PH tanahnya lah yang membuat subur atau tidaknya bawang itu kalau ditanam.
 
Setelah dari tempat RTMPE, Jefry juga mengajak Dato’ Saarani dan rombongan melihat sentra jahit menjahit PKBM Bina Insan Mandiri di Desa Aur Sati. “Di Kecamatan Tambang ini ada 8 sentra jahit menjahit pak Dato’, mereka para alumni ini sudah bisa menambah penghasilan keluarga” katanya.
 
Mendengar penjelasan dari Bupati Kampar, Dato’ Saarani dan rombongan sangat terkesan dengan semangat ibu-ibu yang ikut jahit menjahit di sentra ini. “Hendaknya ilmu yang telah ibu dapat disini benar-benar bisa dimanfaatkan, dan bisa menghasilkan uang,” pungkasnya. HEN

KOMENTAR