Tugu Songket Memprihatinkan, Dinas PUPR Pastikan Direvitalisasi

Kamis, 30 Agustus 2018 08:01:08
Tugu Songket Memprihatinkan, Dinas PUPR Pastikan Direvitalisasi
Sebuah minibus yang sempat merusak pagar Tugu Songket belum lama ini.

PEKANBARU, INFORIAU.co - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru merencanakan akan merevitalisasi dua tugu di Kota Pekanbaru. Hal ini dilakukan karena monumen tersebut dalam kondisi rusak.

Dua tugu yang diperbaiki tahun ini yaitu, Tugu Keris yang berada di persimpangan Jalan Diponegoro-Jalan Patimura. Di lapangan terlihat beberapa pekerja tampak melakukan pembongkaran lantai keramik pada tugu tersebut. Selanjutnya, akan diganti dengan keramik baru, sebab yang lama sudah dalam kondisi hancur dan retak-retak.

Lalu, Tugu Songket yang terlelak di Persimpangan Jalan Tuanku Tambusai - Jalan SM Amin. Perbaikan tugu ini dilakukan karena kondisinya yang kian memprihatinkan. Terlihat pagar yang mengelilingi monumen tersebut sudah patah dan bengkok akibat peristiwa kecelakaan beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah ketika dikonfirmasi membenarkannya. Ia menyebutkan, pihaknya sedang melakukan perbaikan dan pemeliharan terhadap dua tugu yang ada di Kota Pekanbaru.

“Iya kita revitalisasi dua tugu itu,” ujarnya Rabu (29/8/2018).

Dikatakan pria yang akrab disapa Edu ini, revitaslisasi tugu tersebut tidak mengubah bentuknya. Melainkan hanya memperbaiki bagian-bagian tugu yang mengalami kerusakan. Sebab bila dibiarkan tidak baik dipandang, sebab monumen tersebut merupakan ciri khas Kota Pekanbaru.

“Kami tidak mengubah bentuknya. Dicat ulang dan diganti bagian-bagian rusak supaya tugu itu terlihat cantik,” papar Edu.

Saat ini sambung Edu, pelaksanaan perbaikan Tugu Keris sedang berlangsung, jika telah selesai maka akan dilanjutkan ke Tugu Songket. Dalam pengerjaan pemeliharaan sebutnya, menghabiskan dana sekitar Rp100 juta yang dianggarkan melalui APBD.

“Anggaran perbaiakan dua tugu itu Rp100 juta. Itu proyek PL (penunjukan langusng, red),” tutupnya. Kominfo

KOMENTAR