3 Paket Perbaikan Jalan Sungai Luar Teluk Pinang Diyakini Tidak Selesai

Selasa, 06 Desember 2016 12:00:57 851
3 Paket Perbaikan Jalan Sungai Luar Teluk Pinang Diyakini Tidak Selesai
Abdul Wahid saat berbincang dengan awak media.

Tembilahan, inforiau.co - Dari 4 paket perbaikan jalan Sungai Luar - Teluk Pinang, hanya paket 1 yakni pembangunan jalan Sungai Luar sampai Sungai Dusun saja yang diyakini akan selesai.

Sementara 3 paket lainnya di prediksi tidak akan selesai pengerjaan. Hal itu disampaikan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) 8 paket pekerjaan peningkatan badan jalan yang didanai melalui DAK APBN 2016 pada Dinas BMSDA Kabupaten Indragiri Hilir Slamet Darsono.

“Memastikan, tidak. Tapi melihat kondisi dilapangan, ada kemungkinan pekerjaan akan dapat diselesaikan,” Ujar Slamet, sabtu (3/12/2016)

Ditambahkan Slamet, untuk  paket pekerjaan lainnya penyelesaiannya “masih dalam angan-angan” yakni ;

Paket 2 pekerjaan peningkatan badan jalan dari Sungai Dusun – Sungai Piring yang dikerjakan oleh PT Mustika Mirah Makmur dengan nilai pekerjaan Rp 17,176 milyar

Paket 3 pekerjaan peningkatan badan jalan Sungai Piring – Teluk Pantaian yang dikerjakan oleh PT Kapurindo dengan nilai pekerjaan Rp. 30,940 Miliar

Paket 4 peningkatan jalan Teluk Pantaian – Teluk Pinang yang dilaksanakan oleh PT Kholil & Brother’s dengan nilai pekerjaan Rp. 18,045 Miliar.

"Apalagi Paket 2, hingga akhir minggu kemaren progress-nya baru mencapai 4% lebih,” Pungkas Slamet. (Saf)

Abdul Wahid Tak Tepis Isu Akan Maju Dalam Pilkada Inhil 2018

TEMBILAHAN- Abdul Wahid, salah satu putra terbaik Kabupaten Indragiri Hilir tidak menepis isu bahwa Ia berkeinginan maju dalam Pilkada Inhil 2018 mendatang.

Pria yang saat ini merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Provinsi Riau dari Komisi C itu mengatakan siap bertarung untuk mendapatkan kursi pimpinan nomor satu di Inhil.

Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan awak media di salah satu rumah makan di Tembilahan, Senin (5/12/16).

Diakui Abdul Wahid persiapan dirinya dalam pertarungan politik nanti tetap menunggu keputusan hasil survei Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai kebangkitan Bangsa (PKB) yang dinahkodainya itu.

"Melihat survei dulu. Kalau tidak ada kans jadi bupati ngapain capek-capek nyalon?  Tapi kalau eksitabilitas saya bagus dan diizinkan saya akan maju," katanya.

Selain hasil survei partai, keinginannya maju dalam Pilkada di tahun 2018 mendatang juga diperkuat dengan keprihatinannya terhadap situasi dan kondisi daerah kelahirannya, yang menurutnya belum menunjukan suatu perubahan.

"Melihat kondisi dan situasi saat ini, apabila tidak dibenahi akan seperti ini saja terus," ungkap politisi muda kelahiran Desa Belaras Kecamatan Mandah tersebut. Saf

KOMENTAR