31 Sekolah di Pulau Padang Diskusikan Cara Mencegah Karhutla

Jumat, 01 September 2017 15:26:49 367
31 Sekolah di Pulau Padang Diskusikan Cara Mencegah Karhutla
Anak- anak sekolah di Pulau Padang diajak untuk mendiskusikan cara pencegahan kebakaran hutan dan lahan

Selat Panjang, Inforiau.co – Mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan  cara bakar harus dimulai sejak usia dini. Melalui kegiatan Fire Aware Community (FAC) Goes to School yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Siswa SD, SMP dan MTs di Pulau Padang mendapatkan pengetahuan bagaimana bahaya membuka lahan tanpa bakar.

Kepala Sekolah SDN 12 Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Wahid mengatakan program ini sangat bermanfaat untuk para siswa agar mereka sejak kecil paham bahaya-bahaya apa saja yang terjadi jika membakar lahan.

“Saya sebagai guru, sangat setuju dengan sosialisasi mengenai Karhutla (kebakaran hutan dan lahan-red) dari RAPP ini. Dikemas secara menarik, sehingga bisa dimengerti para siswa. Hal ini akan mereka ingat hingga besar nanti kalau membakar itu dilarang. Jadi, dampaknya berkelanjutan,” ujarnya.

Manajer Program Desa Bebas Api atau Free Fire Village (FFVP), Sailal Arimi mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa Bebas Api, dimana FAC ini memberikan edukasi sejak dini ke siswa sekolah apa saja dampak karhutla, seperti kabut asap yang berarti mengakibatkan gangguan kesehatan kepada manusia.

Untuk tingkat SD, lanjut Sailal, siswa diajak menonton film mengenai Karhutla. Setelah itu, mereka juga berbagi pengalaman mengenai karhutla yang mereka alami. Akhir sesi, mereka menempelkan daun yang bertuliskan pesan untuk mencegah Karhutla.

"Terutama anak-anak usia sekolah karena mereka sangat rentan dengan kabut asap. Pola sosialisasi sendiri kami lakukan melalui video lingkungan agar terlihat menarik dan diserap dengan cepat oleh mereka. Tingkat SMP, ada 3 film yang ditonton, setelah menonton film pertama, mereka diajak berdiskusi tentang penyebab karhutla. Setelah film kedua, mereka berdiskusi tentang akibatnya dan film ketiga, mereka berdiskusi mengenai cara mencegah karhutla,” jelas Sailal, Kamis (31/8).

Kegiatan FAC Goes to School dilaksanakan di 12 desa dan 31 SD, SMP dan MTs yang tergabung dalam Program Desa Bebas Api di Kecamatan Merbau dan Task Putri Puyu. rls

 

editor:asa

KOMENTAR